Aku Berjuang Meraih Restu

Pesona Susuk Selebritis Para Bintang

Aku Berjuang Meraih Restu

Berawal dari penolakan itu aku mantapkan hati dan diri demi cinta menyatu aku berjuang meraih restu

Kontak WA mbah mijan

Seniman kecil dari desa

Saya Saktiawan dari Jogjakarta. Saya lahir dan dibesarkan dikota para seniman yang dikenal pula sebagai kota budaya. Disini saya berkembang dengan darah seni yang sangat deras mengalir ditubuh saya. Kedua orang tua saya adalah seniman dan seniwati meski berbeda alur dengan saya. Saya lebih menekuni seni pahat dan ukir kayu serta pernak pernik kerajinan dari kayu.

Hasil karya seni kami biasa dijajakan di kota kami sendiri, sebagian dijual dilain kota sebagai benda souvenir. Beberapa karya dari tempat kami juga sudah banyak berada diluar negeri. Mereka menyukai produk kerajinan Jogjakarta sebagai bentuk apreasiasi kearifan karya seni.

Ketika lulus SMK saya membaktikan diri sebagai seniman dengan terus fokus berkarya. Saya sengaja tidak bekerja di bengkel yang awalnya dulu menjadi tujuan saya. Sebagai lulusan SMK Otomotif saya sangat paham terlebih saya adalah lulusan terbaik.

Dicintai satu wanita

Saya termasuk minder dengan perempuan. Sewaktu pertama kali naksir, saya sempat ditolak. Lalu yang kedua nembak malah saya dikhianati. Kemudian terjadi lagi dan akhirnya membuat saya minder dengan perempuan. Satu-satunya perempuan yang menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada saya adalah Yanti. Ia adalah adik kelasku saat SMP.

Yanti tinggal tak jauh dari rumah, hanya bertetangga desa jadi tak sulit bagi kami untuk bertemu. Yanti kini seorang bidan desa muda. Bayangkan betapa beruntungnya saya, hanya seorang seniman kecil tapi dicintai seorang berprofesi mulia.

Tapi rupa-rupanya perjalanan asmara kami terbentur pihak keluarga Yanti. Keluarganya tak setuju akan hubungan kami sebab lebih memilih calon suami yang mapan secara usaha. Atau paling tidak seorang pegawai yang telah mapan secara jabatan. Hal inilah yang menjadi ujian terberat bagi saya pribadi dan juga Yanti tentunya.

Aku Berjuang Meraih Restu

Berjuang lepas dari kesialan

Merasa tak mendapat restu tak lantas membuat saya mundur. Kesialan asmara yang terjadi sebelumnya jangan sampai terjadi dengan Yanti. Masa iya harus kandas juga, padahal Yanti adalah satu-satunya wanita yang tulus mencintai saya. Kondisi ini mencambuk semangat saya untuk lebih menjadi besar dalam berkarya.

Sempat ada isu Yanti akan dinikahkan dan itu membuat saya depresi. Kabar makin santer dan saya hilang arah yang kemudian saya putuskan untuk konsultasi secara spiritual. Kebetulan saat itu saya sedang ke Jakarta dalam rangka sebuah pameran. Kesempatan itu tak saya sia-siakan untuk mengunjungi alamat praktek Mbah Mijan.

Mbah Mijan berpesan agar jangan khawatir dengan siapa jodoh saya. Saat ini besarkan usaha dan bersihkan kesialan asmara yang terjadi sebelumnya. Saya sependapat dengan saran itu dan saya pun menjalani Ruwatan. Semua bertujuan agar saya memperoleh keberuntungan.

Fakta yang berbalik

Sepulang dari pameran di Jakarta saya kembali ke rutinitas di kampung halaman. Ada kabar dari Yanti yang siang itu berkabar bahwa isu pernikahannya belum pasti karena Yanti sendiri belum mengenal pria yang akan dijodohkan itu. Saya hanya tersenyum saja semoga memang kabar ini benar adanya.

Tak berselang lama ada yang menghubungi saya kembali. Rupanya dari Jakarta, ada kabar baik dari pengunjung pameran bahwa ia berminat dengan pigura ukir, miniatur gamelan dan beberapa karya lainnya. Bahkan ia memesan dalam jumlah diluar dugaan. Lebih dari 1000 pisis per unitnya, kabarnya untuk hiasan di setiap kamar hotel. Kabar berikutnya meyakinkan bahwa kedepannya akan memesan lebih banyak lagi karena untuk persiapan di hotel yang lainnya.

Sejak terima proyek itu kondisi keuanganku spontan berubah, kini aku tak berkarya sendiri. Puluhan seniman terpilih membantuku sebab untuk membuat handmade ini butuh tangan terampil dan profesional. Nilai tendernya sendiri lebih dari 1,5 Miliar. Kabar ini cepat tersebar yang ujung-ujungnya membuat orang tua Yanti angkat topi. Mereka mengakui bahwa saya adalah seniman nasional bahkan internasional. Restu pun mudah saya dapatkan dan asmara tak lagi sial.

Kontak WA mbah mijan 

Konsultasi Dengan Mbah Mijan