Belajar Santet

BELAJAR SANTET ATAU TELUH VERSI MBAH  MIJAN

BELAJAR SANTET VERSI MBAH MIJAN DARI SANG KAKEK

Teluh, atau halayak sering menyebutnya dengan istilah santet adalah ilmu hitam untuk mencelakai orang yang di anggap musuhnya, pesaing bisnis atau lawan-lawannya.

Tidak sedikit para korban mati dengan sebab yang aneh karena terkena santet, sungguh ini adalah kekejian, sangat tidak manusiawi. Perbuatan yang sudah menyimpang dari budi pakerti, pernah menjadi perbincangan hangat kontroversial sampai ke bab undang-undang.

belajar santet

Ini kisah nyataku dalam belajar santet, saya di paksa harus belajar ilmu hitam ini oleh kakek ku sendiri . . .

Kakek tercintaku, selain piawai dalam soal pengobatan patah tulang, beliau juga di kenal sebagai pengobatan alternatif berbagai penyakit medis maupun non medis.

Sejak kecil saya merasa cucu yang paling di sayang beliau, kemana-mana di gendongnya. Hingga usia ku menginjak 11 tahun, kakek sudah memperkenalkan saya kepada para kliennya bahwa nanti penerus beliau adalah cucu laki-laki dari anak perempuan semata wayangnya yaitu saya sendiri.

Kakek memiliki 3 orang anak, dua laki-laki satu perempuan, beliau sudah meramalkan bahwa bayi yang sedang di kandung Ibuku adalah bayi laki-laki. Benar saja, setelah ibu melahirkan ternyata bayi itu laki-laki, beliau mengatakan “cucuku ini terlahir dihari keramat kelahiranku”.

Dilahirkan oleh Sendang Kapit Pancuran, maksud sebutan ini untuk anak perempuan yang di apit oleh kakak laki-laki dan adik laki-laki. Ibu saya memiliki kakak laki-laki, dan adik laki-laki, tiga bersaudara.

Beberapa istilah anak dalam bahasa kawi :

anak semata wayang, sebutannya adalah “Ontang-Anting“,

2 anak laki-laki perempuan “Kedono-Kedini“,

3 anak wanita-pria-wanita “Pancuran Kapit Sendang“,

3 anak pria-wanita-pria “Sendang Kapit Pancuran“,

4 anak wanita-pria-wanita-pria (atau sebaliknya) “Ngglintir Kacang“,  sedangkan 5 anak pria-pria-pria-pria-wanita “Pandowo Ngempani

 5 anak wanita-wanita-wanita-wanita-pria “Pandowo nyandangi“.

Mulai dari usia 11 tahun, kakek sudah menyuruh saya bantu ngobatin para pasien-pasiennya. Mulai dari belajar urut, refleksi, hingga ramuan obat-obatan alamiah.

Saya sendiri tidak mengerti apa alasannya, tetapi saya cukup menyenangi pekerjaan ini. Tidak jarang saya juga melihat penyakit – penyakit aneh yang kakek sembuhkan.

Saya sering menyaksikan dari beberapa klien beliau yang setelah di obati, keluar bulu binantang, keluar sisik, keluar kelabang, kala jengking, paku, silet dan lain sebagainya.

Dengan polosnya, saya hanya melihat sambil sesekali membantu mengambil benda-benda yang keluar dari mulut para klien tersebut tanpa ada pikiran apa-apa, ada kepikiran mengapa demikian, tapi tidak telintas untuk bertanya.

Waktu usia saya menginjak 15 tahun, tepatnya kelas III SLTP, saya beranikan diri untuk menanyakan fenonema aneh di depan mataku yang selama ini ku saksikan.

“Kung, orang-orang yang bisa ngeluarin binatang kaya kelabang itu sakit apa?” tanya saya kepada eyang kakung (panggilan ke beliau).

“Ya kamu sudah saatnya mengetahui hal ini, orang-orang yang tadi kamu tanyakan adalah mereka yang terkena santet” jawab beliau. “Santet itu jenis penyakit apa Kung?” Sahut saya kembali dengan rasa penasaran.

“Santet kuwi loro sing di gawe seko liyan, amergo meri atine lan ora biso nompo kahanan.I ki dudu kabecikan cah bagus, sebab ilmune poro dedemit, setan perkanyangan sing kudu di tupas sa’owot-owote”.

(Santet itu penyakit yang di buat orang melalui ilmu hitam yang di bantu dedemit, setan, mahluk jahat karena iri hati kepada kesuksesan orang lain, penyakit ini harus di tumpas se akar-akarnya).

Begitu mendengar penjelasan kakek, tergugah rasa hati saya untuk mengetahui lebih dalam akan ilmu yang satu ini. Saya berfikir, orang-orang jahat seperti itu harus bisa di kalahkan agar tidak meraja lela, saya harus belajar ilmu untuk menangkis dan mengobati penyakit-penyakit semacam itu.

“Kung, bisakah saya belajar ilmu yang bisa mengobati santet?” tanya saya. “Tentu saja,dan ini wajib kamu pelajari … hanya sebelum bisa mengobati penyakit jenis ini kamu harus belajar santet terlebih dahulu cah bagus” tutur beliau seraya menepuk pundak saya.

Satu bulan berselang dari obrolan kami, mulailah belajar santet yang kakek janjikan di babar dengan komplit, betapa ngeri nya dan naudzubillah… ini adalah kekejian yang tidak mungkin bisa di maafkan.

Mula-mula beliau menjelaskan bahwa sumber penyakit santet bisa di kenali dari tata caranya, karena masing-masing daerah memiliki cara yang berbeda, ini harus kita kenali dulu.

Santet yang model begini dari daerah *Sensor kalau santet yang model begitu dari daerah *Sensor. Bahan-bahan yang di gunakan pun berbeda-beda, mulai dari darah burung gagak, darah ular kobra, darah ayam hitam (cemani), darah perawan, boneka jerami, jarum, paku, ijuk, telor busuk, rambut orang mati, silet, beling, dan beragam benda-benda tak lazim.

Bahan-bahan ini bisa terbang menuju sasaran karena adanya bantuan jin jahat yang sudah ada perjanjian sebelumnya, cara nya dengan *Sensor keras!!!

Cucuku, sekarang kamu sudah mengetahui apa itu santet, pesan eyang sama kamu,,,“kamu harus bersumpah, jangan sekali-kali kamu gunakan ilmu ini dan cukup pelajari saja cara untuk mengobatinya”.

kita belajar santet hari ini bukan untuk menjadi tukang santet tetapi untuk belajar mengenal sekaligus mengetahui kelemahan santet dari masing-masing daerah.

Paham kamu cah bagus?” Kata kakek dengan nada menggeram dan setengah melotot, seakan – akan ini adalah pesan keras yang benar-benar tidak boleh di jalankan.“Saya mengerti sepenuhnya kung,dan saya berjanji tidak akan menggunakan ilmu-ilmu semacam ini”.

Berlanjut dari pengenalan sampai akhirnya ke tahap cara pengobatan, bagi para pembaca yang ingin mengetahui bagaimana cara mengobati santet, bisa membuka link berikut ini Cara Mengobati Santet.

Dari cara belajar santet yang sudah kakek jelaskan, tak terbesit sedikitpun untuk mencoba mempraktekannya. Hanya tahu bahan-bahan yang di gunakan saja, saya tidak tertarik sama sekali untuk mencoba apalagi menggunakannya.

Semoga kita menjadi orang yang memiliki hati lapang, selalu ikut bangga dengan kesuksesan orang lain, tidak mudah benci atau iri hati kepada siapapun. Rejeki, Jodoh, Pati sudah ada yang mengaturnya yaitu Tuhan yang maha segala-galaNya.

Klik link dibawah ini, untuk melihat beragam produk kami yang paling lari dipesan oleh ribuan orang

Produk Unggulan 

Anda sedang punya masalah…??? Anda Ingin Konsultasi Dengan Kami…??? klik saja link dibawah ini