Belum Tiba Waktunya Binatang Ini Telah Binasa

Akhir Sebuah Penantian Yang Sempurna

Belum Tiba Waktunya Binatang Ini Telah Binasa

Momen Idul Adha adalah peringatan bersejarah yang terus dirayakan umat muslim sejagad raya namun apa jadinya bila belum tiba waktunya binatang ini telah binasa

Kontak WA mbah mijan

Hari Raya Umat Islam

Sejarah mencatat riwayat Nabi Ibrahim A.S. dimana beliau diuji kecintaannya terhadap Allah S.W.T. Momen ini menjadi awal mula dilaksanakannya ibadah Qurban bagi umat muslim sedunia. Idul Adha atau Idul Qurban ini tentu membawa banyak fenomena yang terjadi dihampir seluruh belahan dunia.

Binatang yang disembelih dalam perayaan hari raya Qurban ini biasanya adalah Lembu atau Sapi, Kerbau dan Kambing. Dari desa ke kota berbondong ribuan bahkan jutaan ekor binatang tersebut untuk dipersiapkan menjelang hari raya Qurban.

Tak ayal lagi bahwa hal ini menjadi peluang usaha bagi para peternak ketika hari raya Qurban hendak tiba. Binatang yang mereka pelihara menjadi primadona bahkan jauh hari para pemesan sudah melakukan transaksi kepada mereka.

Hikmah Qurban

Mengingatkan kembali bahwa Qurban sebagai peluang usaha bukanlah tujuan utama bagi umat muslim. Lebih mendalam dari itu bahwa Qurban memiliki tujuh keutamaan yang menjadi hikmah dalam ber-Qurban. Diantaranya adalah

Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya bagi anak cucu adam yang melaksanakan qurban di Idul Adha maka akan mendapatkan cinta Nya dan nanti akan berjumpa dengan hewan qurbannya di kiamat kelak, HR Trimidzi dan Ibnu Majah.

Ini jelas menggambarkan bahwa Allah SWT sangat mencintai hambaNya yang mau melakukan qurban di Idul Adha, bahkan bagi mereka yang ikhlas yang hanya mengharap ridho pada Allah SWT, maka diberikan balasan padanya nantinya di akhirat kelak.

Lalu sebagai ciri keislaman, menegakkan syiar, bentuk rasa syukur, balasan pahala yang besar, sebagai bentuk sedekah yang lebih besar serta meningkatkan ketaqwaan diri dalam rangka meneladani Nabi Ibrahim A.S.

Belum Tiba Waktunya Binatang Ini Telah Binasa

Makna spiritual yang mendalam

Belum lama ini Mbah Mijan dikejutkan atas berita yang mengabarkan bahwa 9 ekor Kerbau yang hendak disembelih, tiba-tiba dicuri dagingnya oleh maling. Mengejutkan sekaligus mengelus dada gelengkan kepala. Ini adalah momentum bersejarah penting, kenapa dijadikan sebagai kesempatan untuk menjarah?

Sangat disayangkan ketika sebagai umat muslim yang ingin meneladani makna spiritual ber-Qurban lalu ternoda oleh peristiwa ini. Bila beberapa waktu lalu binatang piaraan mati misterius oleh makhluk yang tak diketahui. Namun kali ini perbuatan ini jelas dilakukan oleh manusia yang tak berakal.

Sebagai peternak tentu shock dengan musibah ini. Kasino, sang pemilik Kerbau memeluk bangkai binatang piaraannya itu dengan sedih. Dilain sisi, ia adalah peternak yang hendak menjual Kerbaunya senilai Rp. 25 juta per ekor. Akibat peristiwa ini ia merugi lebih dari Rp. 200 juta.

Qurban untuk pembersihan diri

Mari kita kembali merenung bahwa makna dalam ber-Qurban itu adalah meneladani ketakwaan Nabi Ibrahim A.S. Dengan ber-Qurban kita akan lebih tenang menjalani kehidupan. Memperbaiki diri dengan membersihkan segala aura negatif khususnya yang mengusik kerejekian kita. 

Ber-Qurban lebih dahsyat dari bersedekah. Namun jika momen ber-Qurban dijadikan sebagai peluang bisnis yang berorientasi pada laba, apalagi dengan peristiwa di Cilegon yang menimpa saudara kita tentu lain lagi maknanya.

Melalui Qurban, takbir berkumangang sejagad raya. Malam Raya yang menjadi malam terbaik untuk berdzikir dan bertasbih mendekatkan diri kepada Allah S.W.T. Segala keresahan di hati dan pikiran kita akan luluh seiring jemari yang bergerak di butiran Tasbih. Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan, kesempatan dan kelapangan untuk terus berbuat baik dan khususnya mengisi setiap malam kita dengan menyebut Asma-Nya. 

Sebagai wujud ketaqwaan dan kepasrahan atas hidup dan mati kita. Aamiin. Selamat menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H. Mohon maaf lahir dan batin.

Kontak WA mbah mijan