Cara Bangkit Dari Kondisi Sulit

Cerita TKW Bikin Melongo

Cara Bangkit Dari Kondisi Sulit

Berbagi pengalaman dalam meniti usaha serta tips dan trick dengan pilihan terbaik yang menjadi cara bangkit dari kondisi sulit

Kontak WA mbah mijan

Tak tamat SMP

Assalamualaikum para netijen. Saya Hariyanto, salam kenal dari Wong Slawi yang sudah hampir sepuluh tahun merantau di kota Jakarta. Saya bukan orang dengan pendidikan tinggi bahkan saya tak tamat SMP. Alasan ekonomilah yang menjadi sebab pendidikan saya kandas. Orang tua yang berprofesi sebagai nelayan kecil dan buruh cuci tak sanggup membiayai sekolah saya.

Sementara saya masih punya tiga adik yang harus menyelesaikan sekolah dengan lebih layak. Mengalah demi adik-adik saya lalu memutuskan untuk  merantau ke Jakarta. Kebetulan saudara dari paman ada yang membuka usaha warung makan didaerah Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Singkat cerita saya pun diperbolehkan  merantau dan bekerja membantu di warung makan tersebut. Sebagai tambahan cerita masa lalu saya adalah sempat mengikuti kejar paket C. Meskipun saat ini saya mempekerjakan satu orang karyawati yang merupakan lulusan diploma.

Belajar saat bekerja

Keseharian saya mulai pagi buta adalah membantu ke pasar untuk  belanja sayur mayur, daging dan buah-buahan. Lalu kembali ke warung dan ikut menyiapkan lebih dari dua puluh jenis masakan. Bersama beberapa rekan saya yang kebanyakan perempuan, saya berniatan untuk belajar saat bekerja.

Mulai dari persiapan sampai penyajian sekaligus bagaimana cara menghitung yang benar jadi usaha ini menjadi untung. Sebagai karyawan saya itu jelas diuntungkan karena untuk makan bisa bebas. Belajar pun disini bebas asal pekerjaan semuanya beres. Memiliki sosok boss yang baik hati dan penyabar, ditempat ini beliaulah panutan saya.

Lebih dari tiga tahun saya menjadi anak buahnya justru saya diajarkan untuk  bisa mandiri dan suatu saat bisa punya usaha sendiri seperti beliau. Sungguh beliau ini baik sekali karena banyak menularkan ilmu berbisnis dan mengelola dengan benar lagi jujur. Ditahun keempat menjelang tahun kelima saya memberanikan diri untuk pamit dan membuka usaha sendiri.

Cara Bangkit Dari Kondisi Sulit

Nekat meski gagal

Pada intinya saya mungkin belum cukup kemampuan tapi lebih pada niat dan tekat saja. Nekat meski gagal, sampai disuatu titik saya menyerah mengelola usaha ini. Mau mudik pun rasanya malu jadinya. Saya berdoa semoga Allah memberikan saya kemudahan dan petunjuk agar saya bisa bangkit kembali.

Suatu sore saya mengaji setelah sholat Ashar. Lalu handphone saya berdering, ada telpon dari teman kerja lama di warung makan. Tanpa disangka rupanya ini adalah jawaban dari doa. Teman saya ini membantu untuk modal dan berpesan agar usaha warung saya jangan kosongan. Maksudnya nanti bisa kalah dalam persaingan.

Anda para netijen pasti sangat paham soal persaingan usaha warung makan alias Warung Tegal di ibukota ini. Sambil memulai persiapan bangkit, teman saya menyarankan untuk menggunakan sarana penglaris usaha khusus. Namanya adalah Baiat Kerejekian Khusus. Meski awalnya khawatir tapi saya meyakinkan diri bahwa Mbah Mijan pasti serius membantu usaha saya dengan sarana ini.

Hidup mapan sejahtera

Kini enam tahun berlalu. Usaha yang sempat gagal itu kini memiliki lima belas cabang dan Insyaa Allah akan terus bertambah dikemudian hari. Bersyukurnya saya bisa hidup mapan sejahtera bersama seluruh karyawan saya. Saya menikah dengan teman saya sesama pekerja warung makan ditempat boss yang dulu. Menikahi wanita yang sempat memberikan pinjaman modal usaha ini ketika gagal.

Lewat usaha warung makan inilah saya bisa membantu biaya pendidikan adik-adik saya. Bapak juga sudah berhenti melaut, emak juga berhenti menjadi buruh cuci. Keduanya memilih tetap di Slawi dan minta saya untuk membukakan usaha warung kelontong. Saya minta istirahat menikmati masa tua katanya masih ingin ada rutinitas.

Buat para netijen yang mau membuka usaha, gagal itu hanya fenomena. Kalau mau jadi berhasil ya nikmati dahulu kegagalan. Saat ini guru spiritual saya Mbah Mijan tak bosan-bosannya mengingatkan untuk selalu ingat sedekah. Sebesar apapun usaha yang kita nantikan adalah berkah. Baiat Kerejekian menjawab semua keraguan saya. 


Kontak WA mbah ;mijan
 

Konsultasi Dengan Mbah Mijan