Ruwatan Melepasku Dari Hancurnya Masa Lalu

Pejuang Hati Penakhluk Lelaki

Ruwatan Melepasku Dari Hancurnya Masa Lalu

Aku ini mantan penjahat yang meresahkan masyarakat dan saya bersyukur ruwatan melepasku dari hancurnya masa lalu

Kontak WA mbah mijan

Tumbuh dalam pergaulan bebas dan keras

Namaku Bobby dan aku adalah seorang mantan preman. Aku lahir dan tumbuh dilingkungan yang cukup keras. Sebuah lingkungan yang menganut pergaulan bebas. Aku dibesarkan dalam kondisi dimana premanisme menjadi budaya sehingga secara umum cara berpola pikir saya adalah keras.

Lingkungan terminal yang berdekatan dengan lokalisasi sangat memungkinkan aku untuk melakukan tindakan pemerasan dan pemalakan secara leluasa. Memang banyak preman dilingkunganku tapi aku merasa lebih dominan daripada mereka. Semua itu karena aku memiliki lebih banyak kasus dan jam terbang dalam melakukan tindakan kejahatan.

Beberapa kali aku sempat tertangkap ketika beraksi dan juga terkepung saat pengejaran. Tapi mudah bagiku untuk bisa lepas kabur dari itu semua. Aku memiliki beberapa jimat khusus untuk kebal senjata dan melepaskan diri dari kepungan dan keroyokan massa. Karena itulah aku tumbuh bebas dan disegani.

Terlambat berumah tangga

Tanpa terasa umur yang terus bertambah ini melampaui usia layaknya seorang pria menikah. Usia saya kala itu hampir 37 tahun dan masih jomblo. Tubuh dengan beberapa tato di lengan, dada dan kaki serta bekas piercing di kuping menjadi cirikhas saya. Apa karena ini saya dijauhi wanita? Ahh tidak juga.

Melihat kawan-kawan sudah memiliki anak dan istri rasanya aku juga ingin seperti itu. Lebih keurus dan bisa hidup lebih baik kearah yang lurus. Tapi bagaimana lagi yaa, karakterku yang keras ini ternyata sulit untuk dilunakkan. Ingin rasanya jadi pria penyabar, lembut dan berkasih sayang.

Keinginan saya untuk berubah sudah ada hanya masih labil saja. Dunia premanisme ini membesarkan saya menjadi pria yang keras luar dalam. Meski ada penyesalan toh semua sudah terjadi, melihat teman yang sudah bertobat yaa kepengen tapi selalu ada saja kendalanya. Dengar suara adzan setiap hari tapi kaki masih malas melangkah.

Ruwatan Melepasku Dari Hancurnya Masa Lalu

Mengasingkan diri

Lelah diciduk keluar masuk bui dan lelah dengan hidup penuh iri dengan yang lain. Aku memutuskan untuk mengasingkan diri jauh dari lingkungan tempat kelahiranku itu. Aku mendiami pinggiran kota dan bekerja sebagai pengangkut galon air mineral dan gas tabung. Disitulah aku berusaha menjadi orang baik.

Sembari belajar, aku ingin memperbaiki pula ibadahku barangkali saja ada yang mau membimbingku. Melihat beberapa bulan berlalu dan keseriusanku berubah ini ternyata diamati oleh majikanku. Sebut saja Pak Haji, majikanku inilah orang yang mau menerimaku bekerja. Seorang penjahat yang ingin berubah.

Pak Haji mulai mengijinkan malamku untuk belajar agama dengan beliau. Tapi herannya ditengah keinginan sekuat itu kok aku masih sering terkendala dengan kemalasan dan malah keinginan kembali ke dunia bebas. Dalam gamangku ini, Pak Haji menyaranku untuk ruqyah. “Wah, sepertinya harus ruwatan kamu!”, begitu kata Pak Haji. Beliau ini sebenarnya orang Jawa yang Kejawen sehingga saran beliau untuk ruwatan itu gak main-main.

Ruwatan menjadi akhir cerita sang preman

Keinginan Pak Haji rupanya tak tanggung-tanggung untuk membantuku berubah haluan hidup. Terbukti bahwa beliau ini melibatkan praktisi sekelas Mbah Mijan untuk menyelesaikan sempurna ruwatan yang diinginkan. Ruwatan ini adalah untuk pembersihan diri dari semua energi negatif dan segala pikiran jahat yang sudah membatu di tubuhku.

Ruwatan sendiri ini ditangani langsung oleh Mbah Mijan. Rasa terima kasihku untuk Pak Haji yang sabar bersedia menerimaku bekerja sekaligus menuntunku untuk hidup lebih baik. Aku ingin setelah saya hijrah ini, akupun ingin banyak temanku disana yang ikut kejalan yang benar. Berhentilah berada dilembah hitam yang pekat dan keras.

Semoga dengan sempurnanya ruwatan ini aku juga bisa mendapatkan jodoh yang baik taat serta sholeha. Sabar dan mau menerima semua masa laluku yang buruk itu. Semua aku pasrahkan kepada Allah pemilik hidup dan matiku. Selamat tinggal masa lalu dan selamat datang masa depan yang cerah. Bismillah.

Kontak WA mbah mijan