Tiga Puluh Enam Jenis Hantu Di Indonesia

tiga puluh enam jenis hantu di indonesia

TIGA PULUH ENAM JENIS HANTU DI INDONESIA

KAMI AKAN MEMBAHAS TUNTAS TENTANG TIGA PULUH ENAM JENIS HANTU YANG POPULER DI INDONESIA

 

 Kontak WA mbah mijan

 

Nama Nama Hantu Yang Populer Di Indonesia

tiga puluh enam jenis hantu di indonesia
Tiga Puluh Enam Jenis Hantu Di Indonesia
  • Medi Cumplung

Hantu ini terkenal di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah. Cumplung artinya tempurung kelapa, makanya bentuk dari Hantu Cumplung menyerupai tempurung yang menggelinding. Sejatinya, kamuflase Jin jenis ini berwujud kepala gundul tanpa anggota badan

  • Medhi Usus

Masyarakat Jawa Tengah sudah tidak asing dengan nama jenis hantu yang satu ini. Medi Usus sesuai dengan namanya, berwujud seperti usus manusia. Cara menampakan dirinya sangat menjijikan, biasanya melingkar di pohon bambu dan suka menghuni tepian sungai.

  • Ohang Pandak

Masyarakat daerah Sumatera mempercayai adanya Hantu Ohang. Perwujudannya seperti manusia berubuh mini, dengan wajah yang bisa berubah-ubah. Ohang bisa tampak di siang maupun di malam hari, kadang tampak berkulit hijau seperti daun dan kadang tampak berkulit hitam. Masyarakat Sumatera percaya bahwa Makhluk Halus ini menghuni Gunung Kerinci.

  • Hantu Jelangkung

Sosok makhluk halus yang satu ini dianggap sebagai Arwah Gentayangan yang bisa merasuk ke dalam benda yang disebut Jelangkung. Jaman dulu ini adalah sebuah permainan, namun seiring berkembangnya jaman, berubah menjadi bentuk ritual untuk berbagai keperluan. Jelangkung sendiri adalah boneka yang menyerupai orang-orangan sawah, terbuat dari batok kelapa dan kayu. Ritual Jelangkung sering dilakukan untuk introgasi ghaib, sarana mencari nomor togel, dan lain-lain.

  • Hantu Balum Bili

Nama hantu ini hanya populer di daerah Aceh. Penampakannya menyerupai kelambu atau jaring lembut, konon siapapun yang melihatnya, jika tidak lari akan dililitnya. Masyarakat Aceh percaya bahwa Hantu Balum Bali takut dengan suara ledakan seperti, petasan atau senjata api. Banyak yang menyebutkan bahwa makhuk halus ini adalah hantu penunggu Sungai Krueng Arakundo, Nangro Aceh Darussalam.

  • Hantu Pirau

Provinsi Jambi Pulau Sumatera meyakini adanya makhluk halus yang bernama Hantu Pirau. Sosoknya seperti manusia yang sangat tinggi, dengan wajah pucat menakutkan. Menurut mitologinya, Hantu Pirau sering menampakan diri tengah malam, dan mencari anak-anak yang tidurnya larut malam. Ada pula yang menceritakan bahwa Hantu Pirau senang mengganggu anak-anak.

  • Setan Wedhon

Nama hantu yang satu ini mungkin kurang terkenal, padahal Setan Wedhon tak kalah menakutkan. Wujudnya seperti wanita bertubuh tinggi, dan menggunakan gaun putih. Apabila ada manusia yang memergokinya, ukuran Setan Wedhon akan semakin tinggi, bahkan bisa setinggi pohon kelapa. Dia tidak mau dilihat wajanya oleh siapapaun, siapapun yang mendekatinya akan disembur. Setan Wedhon berludah api yang bisa membakar kulit manusia. 

  • Hantu Suwanggi/Suangi

Legenda Suwanggi cukup populer di masyarakat Indonesia bagian timur. Papua salah satu daerah yang mempercayai adanya hantu Suwangi. Bukan hanya Papua, masyarakat Maluku dan Nusa Tenggara Timur juga mengenal Hantu Suangi. Sosoknya seperti manusia bertubuh gelap berbulu dan wajahnya mengerikan. Masyarakat Papua sangat pantang membicarakan Suanggi, karena mitosnya bisa mendatangi orang yang menyebut namanya. Masyarakat percaya, Hantu Suanggi bisa mencelakai manusia hingga membunuhnya. 

  • Kuyang

Legenda Kuyang sangat terkenal di masyarakat Kalimantan. Menurut mitologi, Kuyang merupakan siluman yang berwujud kepala manusia disertai organ tubuh bagian dalam tanpa anggota badan. Sejarah lain mencatat, Kuyang sebenarnya manusia (wanita) yang menuntut ajaran ilmu hitam untuk keabadian hidupnya. Siluman ini terbang malam untuk mencari mangsa, makanan kesukaannya adalah darah bayi atau darah nifas (darah wanita melahirkan). 

  • Palasik

Legenda Palasik sangat populer di masyarakat Minangkabau. Menurut Mitologi, Pelesit atau Palasik adalah sejenis makhluk jadi-jadian. Menurut kisahnya, Palasik adalah jelmaan manusia yang memiliki ilmu hitam tingkat tinggi. Cara menampakan diri dengan terbang diwaktu malam sambil mencopot kepalanya demi mencari mangsa. Pelesit sangat ditakuti oleh kaum ibu Minangkabau, karena makanan siluman ini adalah bayi manusia, baik yang masih dikandungan atau yang baru dilahirkan.

  • Begu Ganjang

Legenda Begu Ganjang terkenal di kalangan masyarakat Sumatera. Mitologi menjelaskan bahwa hantu ini adalah jin peliharaan untuk kekayaan atau untuk ritual ilmu santet. Begu Ganjang bisa disuruh majikannya untuk menteror manusia hingga menemui ajalnya. Sesuai dengan arti namanya “Ganjang” yang berarti panjang, perwujudan makhluk halus ini bertubuh tinggi dan berwajah menyeramkan. Bahkan, dari beberapa cerita, Begu Ganjang bisa mengubah dirinya semakin besar dan semakin tinggi setelah meminum darah manusia. 

  • Hantu Pocong

Masyarakat Nusantara jelas tahu tentang hantu yang satu ini. Namanya sangat populer sampai pelosok negeri, wujudnya yang seram menyerupai jenasah manusia yang dipocong. Menurut Mitologi, Pocong adalah jelmaan dari orang yang sudah meninggal dunia. Hantu ini muncul untuk meminta tolong melepaskan tali pocongnya. Sebenarnya Pocong adalah jelmaan dari jin jahat yang suka mengganggu manusia. Cara pocong berjalan bukan seperti di film-film, tidak melompat tapi terbang.

  • Genderuwo

Makhluk halus dengan perawakan tinggi besar berbulu lebat, bertaring, dan bermanta hijau layaknya gorila, sangat terkenal di Nusantara. Selain menakuti manusia, dalam mitologi Genderuwo sering menjelma menjadi pria untuk berhubungan dengan manusia. Banyak orang percaya, ketika mencium aroma ubi atau bulu ayam yang dibakar adalah pertanda kedatangannya. Jika marah, Genderuwo bisa membahayakan manusia yang kebetulan melihatnya, karena bisa melempar dan membanting.

  • Tuyul

Nama hantu yang menyerupai anak kecil ini sudah masyur di masyarakat Indonesia. Mitologi menerangkan bahwa Tuyul adalah jelmaan dari bayi yang meninggal dunia. Sebenarnya, Tuyul ini adalah golongan jin yang menyerupai anak kecil, gundul, bertaring, kulitnya berwarna hitam, dan hanya mengenakan popok. Layaknya anak balita, dia suka bermain kelereng dan kepiting. Makhluk halus ini dikenal bisa mencuri uang, inilah sebabnya Tuyul banyak diburu untuk pesugihan.

  • Kuntilanak

Ada yang tidak tahu tentang jenis hantu yang satu ini? saya rasa tidak. Sosoknya yang menyerupai wanita gila, berambut panjang acak-acakan, berwajah layu menakutkan. Menurut mitologi, ini adalah jelmaan dari wanita yang gantung diri, padahal sebenarnya adalah jelmaan jin yang kerjaannya menakuti manusia. Banyak masyarakat Indonesia yang percaya bahwa kuntilanak ada yang berjenis pria dan wanita. Tempat kesukaannya dipohon apapun yang bercabang, seperti pohon mangga, beringin, dan lain-lain. 

  • Hantu Banyu

Legenda Hantu Banyu banyak ditemukan di daerah Samarinda. Kemunculan mahkluk tak kasat mata ini berwujud hewan air seperti, Buaya, Ular, bahkan apa saja. Sering manampakan diri pada sore hari menjelang maghrib, biasanya mengganggu atau menakuti orang yang sedang mandi di sungai. Menurut kisahnya, Hantu Banyu tidak suka dengan manusia yang mengganggu alamnya. Maksudnya, aktivitas dari dimensi lain dimulai sejak matahari terbenam, itu sebabnya mereka mengganggu manusia yang masih beraktivitas di sungai menjelang malam.

  • Reng Tua Malem

Mungkin anda masih asing dengan nama hantu yang satu ini. Masyarakat Madura mengenal hantu Reng Tua Malem sebagai hantu yang berwujud seorang kakek tua. Sang Kakek sering muncul di malam hari, berjalan sambil menghisap rokok klobot tapi berwajah rata. Konon, siapapun yang bisa mengambil rokok klobot (tembakau yang digulung daun jagung), orang tersebut akan sakti mandra guna. Tak banyak yang mengisahkan hantu Reng Tua Malem secara detail, ini yang membuat terdengar asing di telinga.

  • Hantu Bengkek

Legenda Hantu Bengkek beredar di daerah Ketapang, walaupun namanya kurang populer bukan berarti tak kalah menyeramkan. Mitologi menjelaskan, bahwa Hantu Bengkek berada di sungai dengan perawakan tinggi, berkepala gundul, tangan kanan lebih panjang dari tangan kirinya. Ketika sudah muncul, penampakan hantu Bengkek baru akan menghilang jika di beri telur ayam kampung. Hantu ini tidak mengganggu, Bengkek muncul ketika sedang kondisi kelaparan dan meminta makan kepada manusia.

  • Hantu Welthok

Arek-arek Suroboyo (Surabaya) mengenal legenda Hantu Welthok. Sosoknya bertubuh kecil, tenpa tempurung kepala namun ada bara apinya. Kalau dalam kondisi lapar, Welthok suka menampakan diri di tepi sungai pada tengah malam. Dalam kisahnya, hantu ini gemar menyantap udang dengan cara membakarnya terlebih dulu diatas kepalanya. Pertama kali dilihat oleh orang yang mencari kodok  di sungai (obor kodok hijau) malam hari. Tak ada cerita lain yang menyeramkan, membuat namanya kurang terlalu populer, padahal jika kita berjumpa, pasti lebih menakutkan.

  • Hantu Anja-Anja

Masih asing dengan nama hantu Anja-Anja? dibeberapa tempat di Jawa, kenal dengan sebutan hantu ini. Ada pula yang menyebutnya Anjang-Anjang. Mitologi tentang hantu Anja-Anja, adalah jelmaan sepasang pengantin yang mati dikutuk karena melanggar adat. Kalau ada sepasang pengantin yang melanggar adat tradisi setempat, maka malam pertamanya akan didatangi oleh raja penguasa kegelapan. Setelah malam pertama, sang pengantin akan ditemukan tak bernyawa dengan kondisi sekujur tubuhnya membiru. Penampakannya berwujud manusia berpakaian pengantin dan sering mengganggu calon pengantin yang seminggu akan menikah.

  • Memedi Badhosa

Bandhosa adalah bahasa jawa yang artinya Keranda. Kita sering mendengar bahwa gerak atau keranda terbang, nah yang menggerakannya adalah Memedhi Badhosa. Namun dalam mitologi yang berbeda, Keranda bergerak bukan digerakan hantu melainkan sebagai pertanda akan ada orang meninggal. Simpang siur tentang cerita Memedhi Bandhosa, membuat nama hantu ini kurang populer. Apa yang sebenarnya terjadi dengan keranda terbang yang pernah jadi berita viral?. Pada kenyataanya, keranda memang kadang bergerak sendiri, coba bayangkan, siapa yang menggerakan? karena tidak mungkin bergerak sendiri.

  • Bayi Ambar

Pernah mendengar nama hantu ini?. Mitologi menceritakan bahwa hantu Bayi Ambar adalah jelmaan dari bayi yang diaborsi. Masih dalam mitos, kandungan yang digugurkan dalam usia tiga bulan ke atas, berpotensi akan menjadi hantu Bayi Ambar. Biasanya akan menakuti sang ibu yang menggugurkannya, karena meminta air susu. Setiap kemunculannya disertai suara tangisan bayi yang mememik telinga dan sering mengganggu lewat mimpi. Mungkin ini adalah kutukan bagi orang yang tidak bertanggung jawab, biasanya yang melakukan kekejian ini adalah mereka yang hamil diluar nikah.

  • Lelepah 

Mitologi jawa menjelaskan bahwa manusia kanibal, meninggalnya akan menjelma menjadi raksasa buruk rupa. Penampakannya seperti Genderuwo tapi lebih kecil, suka memangsa hewan seperti sapi, kerbau dan suka dengan daging manusia. Mitos lain menceritakan bahwa Lelepah adalah jelmaan dari jin fasiq yang senang makan daging manusia. Tak banyak yang mengenal hantu jenis ini, membuat namanya terdengar asing ditelinga kita. Esensi dari mitologi hantu Lelepah adalah, manusia tidak boleh memangsa manusia (kanibal).

  • Hantu Kisut

Hantu ini tergolong langka dan menyeramkan, sebab penampakannya hanya berupa bayangan hitam. Siapapun yang diganggunya akan dibuntuti kemana pergi, hantu jenis ini sering dimanfaatkan oleh dukun teluh. Kemunculan Hantu Kisut selain berupa bayangan hitam, juga bisa berwujud layaknya manusia tanpa garis bibir. Bahkan untuk melindungi dirinya, sering menyerupai anggota keluarga dirumah. Jika anda pernah mengalami hal semacam itu, berarti rumah anda sedang terkena teluh. Jangan sampai dibiarkan berlarut, karena bisa mencelakai siapapun yang menempati rumah tersebut.

  • Setan Budek

Legenda Setan Budek adalah jenis makhluk halus yang bertempat tinggal di sepanjanga rel kereta api. Sosoknya berupa seorang kakek tua bungkuk, rambut panjang berwarna putih hingga menyentuh tanah. Kemunculannya sering mengganggu manusia yang aka melintasi rel kereta api. Setan Budek sangat ditakuti, karena saat muncul bisa mengaburkan pendengaran. Mitologi yang berkembang menjelaskan, banyaknya korban yang meninggal di perlintasan kereta api karena diganggu oleh Setan Budek. Hendaknya, setiap melintasi rel kereta api, kita harus waspada dan hati-hati, jangan lupa selalu berdoa kemanapun anda pergi.

  • Sundel Bolong

Asal usul Sundal Bolong menurut mitologi adalah jelmaan dari wanita yang meninggal dunia dalam keadaan hamil. Perwujudannya menyerupai sosok wanita dengan rambut pajang acak-acakan, dan punggungnya bolong. Diceritakan bahwa lubang punggung adalah bekas Sundal ini melahirkan di dalam kubur. Sering muncul di malam hari dan senang tinggal di rumpun pohon bambu. Setiap kemunculannya diikuti suara wanita menangis dan tertawa yang mengerikan. Sejatinya, ini adalah jelmaan jin fasiq yang ingin menghantui manusia. 

  • Wewe Gombel

Wewe Gombel adalah hantu yang berwujud wanita tua dengan kulit keriput sekujur tubuhnya. Lidahnya panjang dan memiliki payudara panjang yang menyentuh tanah. Wewe Gombel senang tinggal di goa-goa atau di hutan belantara. Makhluk ghaib yang satu ini senang dengan anak kecil, khususnya anak-anak yang sering keluar malam. Dalam sejarahnya, hantu ini adalah jin yang suka menculik anak-anak yang diterlantarkan oleh orang tuanya. Wewe Gombel mempunyai popok sakti, yang apabila bisa didapatkan oleh manusia, akan membuatnya kaya raya.

  • Medhi Koreng

Sesuai dengan namanya, Koreng adalah jenis penyakit kulit yang ada di kaki manusia. Perwujudannya menyerupai kaki manusia tapi tanpa badan dan berlumuran darah. Hantu Medhi Koreng senang menempati rumah kosong dan gedung-gedung besar yang ditinggalkan pemiliknya. Mitosnya menyebutkan bahwa Medhi Koreng adalah jelmaan dari manusia yang meninggalnya dimutilasi. Secara pengetahuan, tidak ada manusia yang meninggal arwahnya gentayangan, ini berarti hanya jin yang berkamuflase agar bangsa manusia lemah iman.

  • Jelangkung

Maksud dari hantu jenis ini adalah arwah gentayangan yang merasuk bukan sarananya. Jelangkung dikenal secara luas, sebagai permainan memanggil setan. Media yang digunakan berupa boneka yang terbuat dari tempurung kelapa dan bambu yang disusun sedemikian rupa. Mantra khusus untuk memanggilnya “Jelangkung Jelangse, datang tak dijemput-pulang tak diantar”. Konon, apabila mantra ini dibaca, arwah gentayangan itu akan datang dan merasuki medianya. Jaman dulu, Jelangkung bisa digunakan untuk media interogasi kasus yang sifatnya metafisis. Sebenarnya bukan arwah manusia, tapi jin dari alam kegelapan yang senang berkomunikasi dengan kita.

  • Hantu Akar Mimang

Dari bahasa, Akar Mimang adalah bahasa Jawa. Artinya, masyarakat yang mengenal jenis hantu ini, rata-rata masyarakat Jawa. Tidak banyak yang menceritakan secara lugas tentang Akar Mimang ini, namun wujudnya seperti manusia akar. Dia senang tinggal dipepohonan yang banyak akar di tengah hutan, suka mengganggu manusia yang tidak sopan di hutan. Menurut cerita yang beredar, kalau ada orang di hutan berasa muter-muter terus, itu dikarenakan sedang melewati jalurnya Hantu Akar mimang. Esensi yang diambil dari mitologi ini adalah, agar kita selalu menjaga hutan dari kerusakan.

  • Hantu Jeruk Purut

Jakarta bukan saja menjadi kota metropolitan, namun memiliki kisah mistis yang tak kalah menyeramkan. TPU jeruk purut di bilangan Jakarta Selatan, menyimpan cerita hantu Pastur Kepala Buntung. Bermula dari kisah sang penjaga makam yang melihat penampakan seorang lelaki menenteng kepalanya sendiri. Hantu ini muncul karena ingin mencari makamnya, sambil membawa seekor anjing. Legenda Hantu Jeruk Purut sempat difilmkan dan menjadi viral di Indonesia. Namun pada kenyataanya, untuk menjumpai si Pastur Kepala Buntung tidak semudah yang diceritakan.

  • Banaspati

Banyak versi yang mengisahkan tentang hantu api ini. Menurut mitologi, penggambaran dari sosok Banaspati adalah makhluk ghaib yang menyerupai manusia. Berjalan terbalik menggunakan tangan, serta sekujur tubuhnya menyala seperti api. Cerita lain menjelaskan bahwa Banaspati adalah roh jahat yang biasa disuruh untuk mengantarkan santet atau teluh. Ketika menghantar santet, Banaspati mengubah wujudnya menjadi bola api. Bahkan ada juga yang menceritakan Banaspati bisa menelan orang hidup-hidup, ini yang selama ini ditakutkan. 

  • Hantu Bayi Bajang

Sesuai dengan namanya, Bayi Bajang berwujud anak-anak dengan telinga panjang dan gigi bertaring. Mitologi menjelaskan, asal-usul Bayi Bajang adalah jelmaan bayi yang meninggal akibat menjadi tumbal. Kisah tentang ritual pesugihan selalu identik dengan tumbal atau persembahan. Kepercayaan masyarakat tentang berbagai jenis pesugihan selalu meminta tumbal berupa darah anggota keluarga. Bagi orang yang gelap mata, mereka akan merelakan bayinya sebagai barter. Demikianlah awal mula adanya hantu Bayi Bajang yang kisahnya populer di Tanah Jawa. 

  • Hantu Kemamang

Legenda menceritakan bahwa Hantu Kemamang itu mirip dengan Banaspati. Wujudnya menyerupai bola api, dari kecil lama kelamaan membesar. Kemamang atau Kemangmang suka dengan tempat yang lapang seperti, alun-alun atau persawahan. Kisah lain, Kemangmang adalah jelmaan setan keder yang awalnya berbentuk bola santet. Ketika santet atau teluh yang dihantarkan oleh setan jahat tidak bisa masuk ke rumah orang, karena ada pagar gaibnya, maka akan berubah menjadi kemangmang. Mitologi lain menyebutkan, Kemangmang bisa membunuh manusia dengan cara dikitik-kitik hingga tak menghembuskan nafas terakhir.

  • Hantu Jerangkong

Kamu pernah mendengar sebutan hantu jenis ini? perwujudanya hanya berupa tulang-belulang manusia namun bisa bergerak dan berjalan menakutkan. Mitologi menjelaskan, Jerangkong adalah jelmaan dari manusia yang meninggal dunia dan membusuk tanpa di kubur. Sosoknya menampakan diri karena ingin membalas dendam kepada orang yang telah membunuhnya. Nama lain dari Hantu Jerangkong adalah Hantu Tengkorak Hidup. Kisah lain menceritakan bahwa siapa saja yang bertemu dan berhasil disentuh Jerangkong, maka orang itu akan meninggal dengan tubuh gosong.

  • Medi Mijajaran

Hantu ini dikenal sebagai siluman kuda berkepala manusia, senang mengganggu ditengah jalan. Mitologi mengisahkan, siapapun yang melihatnya bisa berakibat fatal. Ada yang menghubungkan cerita tersebut dengan banyaknya kecelakaan yang ada di jalan raya. Kemunculan Medi Mijajaran selalu berkelompok, maka tak heran penampakannya menyerupai gumpalan asap atau gumpalan angin. Bagi kita yang saat mengendarai kendaraan tidak berdoa, tidak fokus maka saat berpapasan akan kehilangan keseimbangan. Medi Mijajaran memiliki rambut panjang, wajah bersisik dan matanya merah menyala.

Kita perlu mengimani yang ghaib dan kita juga harus percaya bahwa Manusia memiliki kekuatan lebih tinggi. Percayalah bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang paling sempurna dibanding makhluk lainnya. Jangan pernah takut dengan keberadaan makhluk tak kasat mata, karena mereka memiliki dimensi yang berbeda. Ketakutan kita adalah energi besar mereka, hendaklah selalu berdoa sebelum beraktivitas.

 


Kontak WA mbah mijan

 

Tiga Puluh Enam Jenis Hantu Di Indonesia