Sumber penyakit manusia

SUMBER PENYAKIT MANUSIA MENURUT PRIMBON

 Kontak WA mbah mijan

 

Secara garis besar, sumber penyakit manusia pastinya dari Tuhan. Di saat manusia mengalami sakit, itu pertanda bahwa diri kita sedang di uji dan di beri peringatan agar kedepan lebih menjaga diri dengan pola hidup yang lebih sehat dari sebelumnya.

Saya pernah juga mengulas 4 sumber penyakit di artikel cara mengobati santet anda bisa membukanya sendiri di link tersebut, jika saat ini anda atau famili sedang mengalaminya.

Namun di halaman ini yang akan kita bahas adalah sumber penyakit manusia, yang di hitung berdasarkan hari dan neptu pasaran. Maksudnya, dalam primbon ada pembahasan menarik tentang sumber penyakit manusia.

Kita bisa mengetahui sakit yang di derita itu berasal dari mana, apakah dari bakteri/ medis atau dari ghoib dan lain sebagainya, perhitungan ini tercantum jelas dalam primbon.

sumber penyakit manusia

Sebelum kita membahas lebih lanjut, saya akan memperkenalkan apa itu neptu hari pasaran. Agar anda lebih mudah dalam memahami perhitungan sumber penyakit manusia.

Minggu neptunya 5 

Senin neptunya 4

Selasa neptunya 3

Rabu neptunya 7

Kamis neptunya 8

Jum’at neptunya 6

Sabtu neptunya 9

Untuk neptu hari pasarannya adalah 

Kliwon neptunya 8

Legi neptunya 5

Pahing neptunya 9

Pon neptunya 7

Wage neptunya 4

Sedangkan rumusan dari sumber penyakit manusia di bagi menjadi 5 bab yaitu : Sabda, Guna, Tirta, Wana dan Lepas. Masing – masing bab memiliki arti tersendiri.

Untuk mengetahui sakit kita sumber nya dari mana, anda hanya cukup menjumlahkan neptu hari dan pasaran di bagi 2, di hari pertama anda jatuh sakit. Contoh : Jika anda hari pertama sakit, jatuh pada hari minggu legi (lihat neptu di atas) berarti jumlahnya [minggu 5 + Legi 5 = 10 kemudian di bagi 2 = 5].

Jelasnya : 5 + 5 : 2 = 5, apabila anda merasa kesulitan dalam menentukan hari pasaran, silahkan lihat saja di kalender. Setelah mengetahui hasil akhirnya kemudian anda lihat keterangan sumber penyakit manusia di bawah ini.

1.Sabda 

Penyakit yang di akibatkan dari pembicaraannya sendiri, tulaknya adalah selamatan : bubur merah (beras merah), bubur putih, bubur merah campur putih, segala macam jajanan pasar dan nasi sayur. Dibuat untuk kepungan (dimakan bersama keluarga).

2.Guna 

Penyakit yang di akibatkan oleh guna – guna orang, di santet atau di teluh oleh orang yang tidak suka dengan kita. Tulaknya bubur merah, bubur putih, dan bubur pliringan (bubur putih yang atasnya di taruh bubur merah tetepi di buat silang). Cara ritualnya di  buang ke sungai yang mengalir,j ika ada air terjun lebih bagus.

3.Tirta 

Penyakit yang di akibatkan oleh air atau angin (bakteri atau penyakit medis), tulaknya bubur merah, bubur pliringan, bubur hitam (ketan hitam), dawet hitam (cendol) dan opak angin. Cara ritualnya, bubur dan dawet di kubur dalam tanah.

4.Wana

Penyakit yang di akibatkan oleh mahluk halus/ bangsa lelembut, tulaknya adalah bubur merah, bubur putih, bubur pliringan, dedak halus/ katul. Cara ritualnya di campur menjadi satu dan di taruh di setiap pojokan rumah.

5.Lepas

Penyakit yang sumbernya dari Allah, tulaknya adalah memasrahkan diri kepada sang pencipta dan perbanyak istigfar. Memohon ampun kepada kedua orang tua, jika sudah meninggal berziarahlah ke makamnya.

Meminta maaf terhadap orang yang pernah kita sakitinya. Kemudian sholat malam, setelah sholat menyiapkan air putih, air susu atau air kelapa muda hijau. Berdoalah minta kesembuhan lalu minum air tersebut, dalam setiap tegukan membaca basmallah.

Demikian cara mengetahui, sumber penyakit yang kita derita dari mana asalnya. Ini adalah primbon,bukan sebuah rumusan yang harus anda ikuti, semua kembali kepada diri anda sendiri.

Tak ada rotan akar pun jadi, seandainya anda sedang merasakan kurang sehat, bisa mencoba resep di atas. Semoga lekas sembuh, Trimakasih.

Klik link dibawah ini, untuk melihat beragam produk kami yang paling lari dipesan oleh ribuan orang

Produk Unggulan 

Anda sedang punya masalah…??? Anda Ingin Konsultasi Dengan Kami…??? klik saja link dibawah ini


Kontak WA mbah mijan