Nyaris Ngenes Akibat Diabetes

Pejuang Hati Penakhluk Lelaki

Nyaris Ngenes Akibat Diabetes

Berawal dari pola makan yang tak sehat serta kebiasaan buruk saat malam yang tak terkendali membuat Ayah saya nyaris ngenes akibat Diabetes

Kontak WA mbah mijan

Kebanggaan keluarga

Saya Wildan dan saya memiliki seorang Ayah bernama Willy. Ayah saya adalah seorang pengusaha yang bergerak dalam bidang kuliner. Masa muda beliau dihabiskan untuk meriset banyak sekali menu makanan dan minuman. Selain berkarir sejak masih muda, beliau adalah salah satu Chef yang memiliki jam terbang sangat banyak.

Beberapa perusahaan kuliner mempercayakan kepada Ayah untuk memantapkan menu yang mereka unggulkan. Begitulah sekilas tentang Chef Willy, seorang Ayah yang kami banggakan karena prestasi dan hasil karyanya. Postur beliau yang tinggi besar dengan perut buncit adalah cirikhas seorang Juru Masak.

Tentunya dengan kostum putih berbalut dasi merah serta topi Chef, membuat penampilan Ayah sangat meyakinkan untuk mempersembahkan makanan lezat dan menggugah selera. Tak terkecuali dirumah, masakan Ayah jauh lebih enak dibanding Ibu.

Pola hidup tak sehat

Dibalik kehidupan seorang Chef yang kerapkali melakukan Test Food rupanya tak menjadikan Ayah kami bagus dalam hal kesehatan. Beberapa kali saat kami masih kecil dulu ternyata Ayah memiliki kolesterol tinggi. Lalu pola makan dan pola hidup yang tak sehat juga telah membuat Ayah di diagnosa memiliki kadar gula berlebih.

Kini usia Ayah sudah memasuki 56 tahun. Meski secara postur beliau terlihat baik-baik saja rupanya Diabetes yang mendera tubuhnya bukan hal yang sepele. Dokter berpesan bahwa untuk mengubah pola hidup sehat itu butuh proses. Bila tak disiplin diri bukan tidak mungkin Diabetes ini akan menjadi penyakit berbahaya.

Kami sebagai keluarganya dibuat khawatir dengan kebiasaan Ayah yang masih saja minum minuman manis. Terkadang saat malam hari beliau juga masih mengkonsumsi makanan olahan yang manis. Sekalipun tersedia buah segar toh diam-diam beliau ini tetap ngemil yang tak sehat. Seperti tak yakin dengan hasil diagnosanya sendiri.


Nyaris Ngenes Akibat Diabetes

Risiko untuk kami

Ancaman penyakit Diabetes tak hanya berlaku bagi Ayah karena dari yang kami tahu bahwa penyakit gula ini berisiko menurun kepada anak. Untuk itulah kami semua juga menjadi waspada dibuatnya. Saya pribadi dan adik bungsu saya yang paling cerewet kepada Ayah.

Semua demi kesehatan Ayah yang makin hari tubuhnya yang tegap tinggi berubah menjadi mengeriput dan mengecil. Kekhawatiran ini jadi nyata adanya saat dokter menyatakan bahwa Ayah sudah cukup parah Diabetesnya. Kami serahkan sepenuhnya kepada tim dokter untuk menanganinya.

Beberapa kali Ayah keluar masuk rumah sakit dan kami semua ingin Ayah bisa sembuh seperti sedia kala. Selain ketat mengikuti anjuran dokter, Ibu juga selalu menyiapkan Jamu tradisional untuk Ayah. Semua lagi dan lagi demi Ayah agar bisa terbebas dari Diabetes. Hasil diagnosa terakhir justru mengejutkan dimana Ayah yang mengkonsumsi madu, ternyata madu palsu yang memiliki kadar gula tinggi. Hal inilah yang membuat kami akhirnya pasrah dan mencari tempat pengobatan tradisional yang teruji.

Penyembuhan alternatif

Setelah bertanya sanak family dan mencari tahu kesana kemari, kami putuskan untuk berobat alternatif. Penyembuhan ini kami yakini mampu mengatasi semua keluhan Ayah. Penyembuhan alternatif mulai dari daerah Bogor, Sumedang dan Tasikmalaya kami jalani. Namun semua belum memberi hasil maksimal.

Ada juga sahabat saya yang menawarkan pengobatan tapi jauh di Papua. Dalam kepasrahan saya, malah saya dapat info dari penjual makanan yang berkisah bahwa Mbah Mijan bisa membantu penyembuhan Diabetes. Antara percaya dan tidak, setahu saya Mbah Mijan kan paranormal yang sering meramal-ramal.

Tak ada salahnya saya bertanya dan memang benar ternyata Mbah Mijan menerima pasien atau klien yang menderita Diabetes. Penyembuhan alternatif pun kami jalani kembali, untungnya sih tidak jauh rumah kami dengan alamat praktek Mbah Mijan. Padahal dulu kami sudah kesana kemari tanpa hasil maksimal. Rupanya hanya dekat rumah kami bisa mengawal hingga sembuh Diabetes yang diderita Ayah. Kami bersyukur, Alhamdulillah akhirnya Ayah bisa perlahan membaik dan kini benar-benar menjaga pola hidup sehat.


Kontak WA mbah mijan