Dibalik Senyuman Kesayangan Majikan

Dulu Viral Kini Semakin Mahal

Dibalik Senyuman Kesayangan Majikan

Sukses mengadu nasib di negeri orang membuat aku ingin berbagi rahasia dibalik senyuman kesayangan majikan

Kontak WA mbah mijan

Aku diantara ribuan perantau

Panggil aku Neneng dari Ciamis, Jawa Barat. Usiaku dua puluh tahun saat aku memantapkan diri ingin bekerja keluar negeri sebagai Tenaga Kerja Wanita Indonesia. Aku memilih ke Jeddah karena menurutku negara itu lebih bernuansa Islami dan aku gak perlu melepas hijabku.

Sejujurnya aku ini penakut dan rasa percaya diriku dibawah sekali. Misalnya berhadapan dengan cowok saja aku gak berani menatap wajahnya. Bisa-bisa gemetaran tubuh ini apalagi kalo yang dilihat itu ganteng dan wangi, sudah pasti aku salting sendiri.

Untuk bisa merantau keluar negeri aku harus bisa bersaing diantara ribuan perantau lainnya. Meski bakalan beda tempat kerja tapi aku harus jadi yang terbaik diantara mereka. Masa iya sudah jauh-jauh meninggalkan kampung halaman aku tidak ada perubahan. Hal inilah yang memacu sifat pemalu sekaligus penakut untuk bisa kusingkirkan dari pikiranku.

Belajar dari saudara iparku

Bukan berarti di negeri sendiri aku gak bisa dapat kerjaan. Aku lulusan Sekolah Menengah Kejuruan jurusan Tata Busana dan nilaiku juga cukup baik. Hanya saja aku melihat dari kesuksesan saudara iparku di tanah perantauan. Teh Euis, istri kakakku ini merantau sejak usia muda juga dan hasilnya sangat terlihat bagi keluarga kami. Salah satunya adalah kakak iparku ini turut membiayai sekolahku dan juga adikku.

Aku beruntung bisa banyak belajar saat teh Euis cuti dan pulang ke kampung halaman. Banyak hal yang kudapatkan dari teteh. Salah satunya adalah cara beradaptasi dengan lingkungan kerja. Hal lainnya adalah bagaimana bisa memiliki percaya diri yang tinggi sehingga siapapun majikan tempat kerja kita akan respek.

Teteh mengajarkanku bagaimana cara membawa diri dengan baik dan yang terpenting adalah cara menakhlukkan majikan. Maksudnya dalam artian hal positif yaa. Aku sangat berterima kasih kepada teteh yang dengan baik membimbingku.

 

Bekal keselamatan di perantauan

Bagaimanapun juga meninggalkan kampung halaman untuk merantau jauh dalam waktu yang lama itu bukan hal mudah. Mental harus benar-benar siap dan jika ada ragu sedikit saja akan membawa pengaruh dalam pikiran. Maka itu aku harus menyiapkan bekal dengan matang.

Bekal yang aku maksud ini mulai dari bekal cara bekerja yang baik, penguasaan bahasa yang benar hingga memiliki rasa percaya diri dan jiwa yang handal. Dalam benak seorang perantau luar negeri adalah ketakutan jika memiliki atasan atau majikan yang otoriter. Tak bisa dipungkiri hal itu karena sedikit banyak ada kisah mereka yang mendapat perlakuan tidak sebagaimana mestinya.

Masih dari tetehku juga tentang bekal keselamatan ini adalah pentingnya memiliki pegangan. Maklum jauh dari kampung halaman jadi harus tetap nyaman. Nyaman ditempat kerja dan nyaman saat berada diluar tempat kerja. Tak ada yang lebih menguntungkan jauh di negeri orang selain keselamatan.

Hati nyaman berkah dalam genggaman

Sebelum usai cuti teteh mengajakku ke Jakarta. Teteh membawaku menemui paranormal Mbah Mijan di kediamannya. Aku kaget lah secara biasanya hanya menonton di TV yang acaranya horor malam hari. Rupanya teteh dulu sebelum berangkat merantau sempat mendatangi Mbah Mijan untuk konsultasi.

Aku diperkenalkan oleh teteh dan dimohonkan doa khusus serta bekal untuk merantau ke Jeddah beberapa minggu lagi. Kami banyak bicara keberhasilan sebagai perantau seraya Mbah Mijan menyiapkan Saputangan Karomah yang wangi buatku. Pesannya adalah jaga ibadah dan sedekahku, perlakukan majikan dengan hormat dan smart.

Aku dibekali bagaimana cara memupuk percaya diri. Ini sangat penting sebab inilah kelemahanku sejak dulu. Tak terasa perbincangan kami sudah berlalu dan kamipun pamit kembali pulang. Aku akan jalankan semua pesan Mbah Mijan. Banyak loh pesannya jadi Neneng gak bisa tulis semuanya disini. Perasaan mantap hati dan pikiranku bertumbuh dan gak sabar pengen segera berangkat merantau.

Sekilas ceritaku di perantauan

Aku tiba di Jeddah dan agency yang membawaku ketempat kerjaku. Rumah yang cukup mewah, besar lagi megah. Ada dua orang dari Indonesia yang bekerja dirumah ini dan bertambah aku jadinya tiga orang. Kami bekerja sesuai dengan tugas kami masing-masing. Ada yang berbeda dengan mereka dimana aku cepat akrab dengan keluarga majikan, terutama Ummi sang majikan perempuan.

Ummi bilang wajahku anggun, tatapan mataku lembut dan senyumku bikin adem. Ummi memiliki bisnis salon dan spa khusus wanita di kota. Saking sayangnya Ummi padaku, justru aku yang sering diajak ke tempat bisnis Ummi. Disana aku melihat dan mengamati setiap pekerjaan yang ada. Menurut Ummi aku cocoknya membantu bisnis Ummi dan mendampingi Ummi. Beruntung banget yaa aku bisa akrab bersahabat dengan majikanku.

Ummi mengajariku pekerjaan salon dan spa. Ummi juga mengajariku untuk bisa membawa mobil sehingga jika sewaktu-waktu mau jalan bareng Ummi aku bisa diandalkan. Semua ini diluar perkiraanku dan ajaib sekali aku bisa dianggap sebagai asisten pribadi Ummi. Intinya aku bahagia, aku berhasil sebagai perantau yang sukses di negeri orang.

Kontak WA mbah mijan