Putriku Hilang Akal Setelah Menjadi Terkenal

Dulu Viral Kini Semakin Mahal

Putriku Hilang Akal Setelah Menjadi Terkenal

Pedih dan perih hatiku sebagai seorang Ayah ketika melihat putriku hilang akal setelah menjadi terkenal

 Kontak WA mbah mijan

Kebanggaan keluarga sejak kecil

Annisa, adalah putri kecil kami yang sangat lucu. Sejak kecil ia suka bergaya didepan cermin apalagi didepan lensa kamera. Bakatnya bergaya bak model diatas catwalk, bahkan ia juga merdu bernyanyi lagi luwes menari. Sebagai Ayah tentunya aku sangat bangga memiliki Annisa. Bundanya yang sejak melahirkan Annisa ini hanya bisa terbaring dikamar karena lumpuh pun turut bangga.

Beranjak remaja, gadis cantik kesayangan kami mulai meniti karir didunia modelling. Awalnya putri saya ini sering mengikuti berbagai lomba dan selalu menang. Banyak sekali piagam dan throphy menghiasi lemari buffet ruang tamu kami dirumah. Meski sibuk dengan rutinitasnya belajar di sanggar dan modelling namun prestasi di sekolah tak mengecewakan.

Putri kami selalu masuk tiga besar ranking sekolah. Kami sebagai orang tuanya sangat bangga dan bersyukur memilikinya. Sungguh anugerah terindah luar biasa dari Tuhan yang harus kami jaga selama-lamanya. Keinginannya untuk menjadi seorang model kami dukung sepenuhnya. Toh ini bukan cita-cita yang buruk.

Mulai berubah saat masuk bangku kuliah

Pergaulan putri kami mulai drastis berubah saat masuk bangku kuliah. Kecantikannya makin dikenal tak hanya di kampusnya saja. Beberapa kali wajah cantik putri kami menghiasi sampul majalah. Tak hanya itu saja, beberapa tayangan sinetron di TV dan iklan pun pernah ia bintangi.

Kesibukan jadwal kuliah dan jadwal syuting yang menyita waktu membuatnya jarang pulang. Putri kami memutuskan untuk tinggal di apartemen tak jauh dari kampusnya. Meski kami melarangnya namun keinginannya cukup keras. Ia bilang bahwa tinggal di apartemen dan kuliah pun bisa biaya sendiri tanpa merepotkan Ayah. Lagian ibu juga tak bisa keluar kamar, hanya tidur karena lumpuh yang dideritanya.

“Lebih baik Ayah urus Bunda saja, kan Bunda gak bisa kemana-mana”, ujarnya sambil menunjuk Bunda yang terbaring. Annisa sudah besar Ayah!

Putriku Hilang Akal Setelah Menjadi Terkenal

Hanya bisa pasrah dalam doa

Makin hari rasanya makin sulit bertemu Annisa, putri semata wayang kebanggaan kami. Padahal ia sudah cukup terkenal. Sering muncul di layar kaca, malahan ada tetangga yang bilang kalo Annisa juga bermain di film layar lebar. Beberapa kali dihubungi dari rumah selalu saja sibuk. Chat dari Ayahnya sendiri tak langsung dibalas. Bundanya yang ingin dengar suaranya pun tak dihiraukan.

Dalam sebuah kesempatan dimana Annisa menerima penghargaan pun ia bahkan tak beritahu Ayah Bundanya. Yaa Tuhan apa putri kesayangan kami ini sudah durhaka? Kami orang tuanya tak ingin putri kami semakin parah. Dunia yang dijalaninya sekarang benar-benar mewah.

Dalam kegelisahan kami, doa kami panjatkan dalam pasrah. Beberapa tetangga menyarankan kami untuk menemui Mbah Mijan yang tak jauh dari rumah kami. Kepada Mbah Mijan kami sampaikan semuanya bahwa anak kami sama saja minggat dari rumah, gak mau pulang bahkan gak mau mengakui kami lagi.

Pulang saat berpulang

Mbah Mijan menyiapkan sarana yang namanya Puter Giling. Cepat atau lambat putrinya akan pulang ke rumah. Begitu Mbah Mijan menenangkan hati saya. Kasihan Bundanya dirumah hanya bisa pasrah dan kondisinya makin memburuk.

Dua bulan berlalu, saya berkabar kepada Annisa lewat temannya. Pulanglah nak, Ayah Bunda rindu padamu. Annisa yang kala itu baru pulang dari luar negeri sepertinya kelelahan. Dalam lelahnya kebetulan mau terima telpon dari Ayahnya. Padahal biasanya tidak pernah. Saya tak kuasa menahan air mata saat dengar suaranya.

“Nak pulanglah, kami rindu. Ayah sangat rindu dan Bunda sekarang makin memburuk”. Entah apa yang membuatnya tiba-tiba bilang,”Annisa juga rindu Ayah Bunda, tunggu Annisa mau pulang sekarang yah”. Pecah haru kami saat Annisa tiba dirumah, tapi pelukan Annisa adalah pelukan terakhir untuk Bunda sebab saat itu pula Bunda mengembuskan nafas terakhirnya.

Annisa tak bisa menahan diri. Dalam pelukannya ia bilang,”Ayah aku berjanji tak akan tinggalkan ayah lagi”.


Kontak WA mbah mijan