Titik Balik Sekarat Menjadi Konglomerat

Akhir Sebuah Penantian Yang Sempurna

Titik Balik Sekarat Menjadi Konglomerat

Sebuah perjalanan panjang seorang pengusaha yang nyaris melarat menandai titik balik sekarat menjadi konglomerat

Kontak WA mbah mijan

Keturunan orang kaya

Memulai debut sebagai pengusaha di usia muda setelah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi ternama. Pemuda asal Sulawesi ini tak mengalami kendala dalam mengepakkan sayap usahanya. Selain dukungan finansial dari keluarga, ia juga sangat mudah menerima kucuran dana dari beberapa investor.

Tak tanggung-tanggung ada empat usaha dalam skala besar. Mulai dari usaha trading, organizer, energy dan travel agent. Kemampuan dan kecakapannya tak diragukan lagi dengan bukti bahwa hampir keempat usaha ini menjadi mercusuar bagi pesaing yang ada.

Memiliki aset dalam jumlah besar dengan kredibilitas usaha yang sehat tak lantas membuat ia masuk perangkap dan terjerat. Meski berasal dari keluarga kaya raya, sandungan demi sandungan terjadi hingga nyaris membuatnya sekarat. Lalu apa yang terjadi?

Depresi tingkat tinggi

Menurunnya kinerja dan kendala yang terus menerus terjadi berujung pada depresi tingkat tinggi. Satu persatu usaha mengalami problema. Finansial mulai terganggu dengan munculnya kegagalan proyeksi usaha. Belum lagi kasus internal yang terjadi silih berganti.

Loyalitas karyawan memudar, pengeluaran tak terkendali hingga nilai saham yang anjlok memaksanya menelan pil pahit. Hutang membengkak menelan aset yang ada tak berbekas tanpa sisa. Sampai disatu titik dimana perusahaan satu persatu dinyatakan pailit. Ini benar-benar pahit.

Gaya hidup bak eksekutif muda tak nampak lagi malahan berubah bak pria tanpa arah. Sekilas orang yang melihatnya dikira orang hilang kewarasan saking seringnya bicara sendiri dan cenderung menutup diri. Keselamatan terancam karena teror dari debt collector yang tak kunjung henti. Keluarga pun angkat tangan seperti tak peduli lagi. Inilah titik dimana rendah serendah-rendahnya manusia yang pernah alami masa jaya.

Titik Balik Sekarat Menjadi Konglomerat

Terbangun dari mimpi panjang

Dalam situasi dan kondisi yang serba sulit, mau kemana lagi jiwa ini akan berkelit. Usaha sudah pailit, hutang menjerat membelit. Relasi menjauhi pergi tanpa pamit, hubungan keluarga ruwet seperti benang yang rumit. Kiranya satu-satunya penolong hanyalah Allah S.W.T. Istighfar dan istigfar.

Sudah saatnya bangun dari mimpi panjang yang buruk. Memulai lembaran baru meninggalkan segala kesialan yang membuat terpuruk. Namun mau memulai dari mana? Sudah tidak punya apa-apa lagi. Tak ada seorang pun percaya meski itu dari keluarga sendiri.

Tak ayal lagi sujud menjadi jawaban atas semua ini. Berharap Allah menyentuh jiwa yang rapuh bangkitkan raga yang tak mampu mengayuh kehidupan ini. Dalam tenang doa dipanjatkan berharap ada keajaiban terjadi.

Jalan terang itu ada

Doa terjawab saat seorang sahabat yang menjadi rekan usaha mendatangi. Sarannya sedikit, tapi menghantam lubuh hati terdalam. “Bro, kamu harus ruwatan!”, ucapnya singkat. Aku tak paham apa yang ia maksud. Pengetahuan agamaku terbatas apalagi aku percaya gak percaya akan hal seperti itu.

Dari rekan inilah aku mengiyakan sebab isi otak telah buntu dan nalar telah rusak. Saran ruwatan pun dibantu rekanku ini. Tak selesai disitu saja, kerejekianku yang porak poranda harus diperbaiki dengan cara yang benar. Libatkan Allah dalam setiap gerak daya upaya kita.

Benar ternyata, beberapa tempo pasca ruwatan dan pembenahan kerejekian itu aku mulai benar-benar bangkit. Menyelesaikan hal yang awalnya tak mungkin kuselesaikan. Sabar, kini satu persatu semua terlewati, jalan terang untuk memulai langkah kaki telah ringan kurasakan. Hanya kepada Allah semua keajaiban terjadi. Andalkan Allah dalam setiap nafasmu maka Allah yang menjamin keberhasilanmu.

Kontak WA mbah mijan