Akhir Cerita Bisnis Salon Wanita

Pejuang Hati Penakhluk Lelaki

Akhir Cerita Bisnis Salon Wanita

Persaingan tak sehat yang nyaris menumbangkan usahanya lalu kebangkitannya menjadi akhir cerita bisnis salon wanita

Kontak WA mbah mijan

Sosok wanita mandiri

Ibu Yuniawati, adalah sosok wanita yang dikenal mandiri sejak masih belia. Kini ibu dua anak ini menjadi seorang pengusaha salon khusus wanita di Riau. Mengisahkan sosok yang satu ini sangat menarik sebab beliau awalnya hanya lulusan SMP dan bekerja sebagai asisten rumah tangga. Hanya saja secara kebetulan, majikan tempatnya bekerja adalah seorang perias profesional.

Disinilah beliau menemukan passion hidupnya, oleh sebab itu rela menyisihkan sebagian gajinya untuk belajar ditempat kursus rias dan tata rambut. Awalnya hal ini dilakukan diam-diam hingga suatu hari sang majikan mengetahui bahwa asistennya pandai merias dan menata rambut.

Dibukalah salon dirumah majikan dan Yuniawati muda dipercaya untuk mengelola. Lambat laun salon ini ramai dan memiliki banyak pelanggan. Namun tiga tahun kemudian beliau menikah dan mengikuti sang suami.

Tulang punggung keluarga

Sebagai ibu rumah tangga dari seorang suami pegawai negeri tak membuatnya diam saja. Di kediaman kecilnya beliau membuka usaha serupa untuk membantu perekonomian keluarga. Sampai saat anak bungsunya lahir, suaminya terkena musibah kecelakaan yang membuatnya tak dapat bekerja lagi.

Ibu Yun mau tak mau menjadi tulang punggung keluarga. Suami yang tak lagi kerja akhirnya cukup dirumah saja, melakukan hal-hal yang terbatas karena efek cacat fisik yang dideritanya. Perlahan namun pasti, usaha salon khusus wanita milik beliau berkembang pesat. Suami yang rajin memasarkan usaha beliau melalui media online.

Mengingat satu salon mungil yang terus mengantri akhirnya dibukalah cabang kedua. Ditahun yang sama dibukalah cabang ketiga dengan pengawasan penuh oleh beliau. Usaha ini menghidupi beberapa karyawan yang setia kepadanya dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi mantan majikannya dahulu. Pesannya bahwa berhati-hatilah dalam melakukan usaha, maklum persaingan bisa saja terjadi dengan cara yang tak benar.

Akhir Cerita Bisnis Salon Wanita

Dihantam guna-guna

Ibu Yun cukup taat beribadah dan kedua anaknya pun di didik ilmu agama yang cukup. Namun siapa sangka justru usaha yang selama ini halal menghidupi mereka dihantam sebuah fitnah dan guna-guna. Sesuatu hal yang paling mencolok adalah lemparan telur busuk dan beberapa jenis paku serta silet didepan rumahnya.

Puncaknya adalah ketika sang suami tiba-tiba lumpuh. Sebelumnya kaki kiri suami yang cedera seumur hidup namun saat itu tiba-tiba kaki kanan suami nyaris tak berfungsi. Kedua anak mereka pun kerap mengalami fenomena yang tak wajar ketika sedang berada didalam rumah.

Merasa ada yang tak beres lalu beliau mencari pertolongan. Tak terkecuali kepada sang majikan yang pernah berpesan kepadanya untuk berhati-hati. Oleh sang majikanlah kemudian beliau terhubung dengan layanan konsultasi masalah kegaiban dengan Mbah Mijan. Konsultasi jarak jauh dan penanganan awal secara jarak jauh pun dilakukan. Namun bila hasil yang dirasakan belum maksimal, ibu Yun akan berkunjung ke kediaman Mbah Mijan di Tangerang.

Bangkit dan berjaya

Mbah Mijan yang menyiapkan dan memantau Ruwatan jarak jauh mendapat kabar bahwa suami sudah membaik dan gangguan aneh berkurang. Namun para karyawan masih ketakutan bukan kepalang. Akhirnya ibu Yun berniat terbang ke Bandara Soetta untuk segera bertemu langsung Mbah Mijan.

Setelah mendapatkan jadwal akhirnya dihari yang disepakati bertemulai beliau dengan Mbah Mijan. Sarana Baiat Kerejekian dan juga Pagar Ghoib untuk rumah disiapkan untuk melindungi semuanya yang berada disana. Gangguan ini adalah murni dari persaingan usaha.

Mbah Mijan bertindak cepat untuk mengatasi agar tak ada lagi gangguan terjadi. Hingga saat ini, enam tahun berlalu sudah. Usaha salon wanita ini semakin maju dan cabang bertambah. Beliau bangkit dan berjaya dari segala gangguan tak kasat mata. Beliau ini adalah boss saya yang baik, ramah dan menganggap kami adalah bagian dari keluarganya. Saya menemani ibu Yun sejak awal beliau membuka usaha, jadi saya tahu persis yang beliau alami termasuk semua ketakutan yang mengusik kami. Kini kami lebih tenang dan nyaman. 


Kontak WA mbah mijan