Akhir Sebuah Penantian Yang Sempurna

Menyingkap Tabir Pemuda Tajir

Akhir Sebuah Penantian Yang Sempurna

Kesabaran tiada batas menuntun perjalanan asmaraku menuju akhir sebuah penantian yang sempurna

Kontak WA mbah mijan

Aku wanita biasa yang setia

Namaku Evita, lahir dan besar di Jakarta. Aku termasuk wanita pendiam yang terbilang terlambat memulai mahligai rumah tangga. Keluargaku khususnya papa sampai lelah memintaku untuk segera menikah. Maklum papa usianya sudah tua dan ingin memiliki menantu dan cucu dari aku. Mama hanya bisa pasrah dengan prinsipku yang setia untuk satu hati ini.

Begitulah cerita dirumah karena semua kakakku telah menikah dan menetap di Serpong dan Bogor. Sebagai bungsu yang masih single yaa ada untungnya juga sih bisa menjaga mama dan papa dirumah. Menemani mereka di usia senja. Aku agak tertutup dalam hal pergaulan jadi temanku gak banyak-banyak amat. Mereka sudah pada menikah tapi tak menghalangi untuk saling komunikasi disela kesibukannya.

Aku berkarir dalam bidang Sumber Daya Manusia. Sebagai karyawan Personalia tentunya aku banyak bertemu dengan banyak orang khususnya jika ada perekrutan. 

Pertanyaan yang sama

Usiaku menginjak 35 tahun dan aku masih saja sendiri. Pertanyaan yang paling sering didengar adalah, “Kapan nikah?!” Itu pertanyaan yang sama diucapkan banyak orang jika ada undangan pernikahan. Aku bisa saja tegar menutupi kesedihan hatiku dengan tersenyum.

Namun dibalik itu, kesedihan papa gak bisa dibendung. Setiap kali ada tetangga atau kerabat yang menggelar hajat pernikahan, ayahku banyak diam lalu jatuh sakit. Kasihan juga papa tapi aku bisa apa? Pria idamanku hingga kini belum juga kembali. Malahan kadang komunikasi kami tidak intens karena terhalang jarak dan waktu.

Kepada Allah aku berdoa semoga pria idamanku sejak kuliah dulu tetap menyimpan cintaku dihatinya. Seperti aku menyimpan cintanya dihatiku. Mas Ilham, kekasihku ini adalah seorang Captain yang mengarungi samudera luas. Yaa dia seorang pelaut yang berlayar hingga luar negeri. 10 tahun terakhir ia berlayar dan sandar diluar negeri. Makanya asmara jarak jauh ini benar-benar diuji luar biasa.

Akhir Sebuah Penantian Yang Sempurna

Hidupku pilihanku

Prinsipku yang kuat dengan karakterku yang tak mudah goyah ini menjadikanku orang yang sulit menerima kritikan. Banyak sekali orang yang memberi saran agar aku melupakan kekasihku dan menikahlah dengan pria mapan lainnya. Memang ku akui ada beberapa pria yang sempat mengutarakan perasaannya. Mereka siap menikah dalam waktu dekat.

Lagi dan lagi, aku gak goyah justru sebaliknya aku menguatkan hatiku untuk pria pujaanku yang jauh mengarungi samudera. Mas Ilham itu masa depanku, ia adalah imam buatku dan anak-anakku kelak. Impian itu kuat sekali meski tak pasti kapan terjadi.

Dilain sisi saat melihat kondisi papa yang drop lantaran kepikiran statusku, aku yaa trenyuh. Namun prinsip tetaplah prinsip. Aku sudah cukup dewasa dan hidupku adalah pilihanku. Diam-diam aku ingin melakukan sebuah ikhtiar untuk mengunci hati kekasihkan agar tetap mencintaiku selamanya.

Antara doa dan kesabaran

Alkisah aku sengaja mendatangi kediaman paranormal muda yang sering kulihat di televisi. Mbah Mijan yang awalnya aku hanya ingin konsultasi malah memberiku alternatif lain. Aku diarahkan untuk menjalani ruwatan agar enteng jodoh.

Sementara pikiranku tertuju kepada mas Ilham melulu. Mbah Mijan tidak menyangkal itu, oleh karenanya setelah ruwatan selesai sempurna disiapkanlah tindakan kedua. Tindakan ini rupanya sangat penting sebab reaksi setelah serangkaian amalan Sekar Kinasih Damar Wulan ini mas Ilham jadi lebih intens.

Lebih dari itu mas Ilham mulai menyatakan keseriusannya dengan menghubungi papa dan mama. Paling tidak papa jadi lebih sumringah ketika mas Ilham menelpon. Tak apalah walau seminggu sekali dua kali menghubungi. Aku, mama dan papa tak henti berdoa. Jika memang mas Ilham adalah jodohku maka aku akan sabar menunggu, namun bila bukan jodohku maka aku harus ikhlas berdamai dengan masa lalu.

Puncak penantian asmaraku di ijabah, meski lewat jarak jauh mas Ilham berani melamarku dan meminta kami semua untuk menunggu kepulangannya. Setelah menikah nanti mas Ilham akan berhenti berlayar dan membuka usaha dirumah agar kami tidak berjauhan lagi.

Kontak WA mbah mijan