Amalan Pedagang Hebat Penghasilan Dahsyat

Masalah Beres Karir Pun Sukses

Amalan Pedagang Hebat Penghasilan Dahsyat

Dimulai dari kecil-kecilan hingga kini memiliki lima cabang dengan serangkaian amalan pedagang hebat penghasilan dahsyat

Kontak WA mbah mijan

Tanpa dukungan modal dan moral

Saya Dhian dari Yogya, ingin berbagi cerita yang menjadi perjalanan saya dalam menekuni usaha sebagai tukang buah. Saya hanyalah sebagian kecil dari pebisnis buah yang ada di Yogya. Dilain kota bisnis ini juga menjadi primadona karena buah adalah jenis makanan yang dibutuhkan setiap hari untuk dikonsumsi.

Sejujurnya saya tidak mendapatkan dukungan baik itu modal maupun moral. Suami saya tidak dapat membantu modal karena kebutuhan sedang banyak. Sedangkan keluarga besar saya justru menyayangkan bisnis yang saya pilih lantaran saya adalah lulusan akademi pariwisata. Buat apa sekolah sampai akademi kalau hanya jadi tukang buah, begitu alasannya.

Tapi saya tetap teguh dengan pilihan saya ini, yaa meski harus dimulai dari berdagang kecil-kecilan dahulu. Saya hanya menempati lapak kecil yang dulunya digunakan untuk berjualan sayur dan sudah dikosongkan. Di lapak kecil mungil inilah perjalanan panjang saya mulai

Tekun dan teliti serta hati-hati

Awal mula memang cukup banyak yang mencela termasuk para teman-teman alumni. Mereka kebanyakan bekerja di hotel, restoran atau cafe. Hanya sayalah perempuan yang sudah menikah dan memilih berdagang sebagai tukang buah. Saya pikir ini halal dan inilah pilihan saya untuk menjadi mandiri sekaligus masih bisa mengurus rumah.

Lapak kecil ini hanya menyediakan buah-buahan terbaik yang sangat saya jaga kualitasnya. Berdagang dengan jujur, teliti serta ekstra hati-hati agar pembeli tak kecewa. Saya melayani dengan ramah berinteraksi, rupanya ilmu yang saya pelajari selama di akademi berguna juga di bisnis ini.

Begitulah, lambat laun pembeli jadi pelanggan. Seiring waktu pula doa saya di ijabah lantaran pelanggan terus bertambah. Kebiasaan berdzikir setelah sholat Dhuha sebelum memulai berjualan menjadi ritual khusus saya. Doa menguatkan saya dan membuat saya makin bersemangat untuk membesarkan bisnis buah ini.

Amalan Pedagang Hebat Penghasilan Dahsyat

Jatuh bangun merintis bisnis

Sepanjang saya menjalani bisnis ini tentu banyak peristiwa jatuh bangun. Namanya juga merintis jadi gak semuanya berjalan laris manis. Harga kulakan buah yang kadang gak menentu saat musim hujan membuat saya harus bisa mengatur flow dan harga jual ke pelanggan. Tak heran keuntungan kadang menurun meski yaa masih untung juga.

Saya mempelajari beberapa tehnik dalam berdagang dari buku yang saya baca. Dari situlah ide demi ide muncul satu persatu. Khususnya bagaimana tehnik untuk membina relasi, memberikan layanan ekstra dan membuat promosi. Tak terasa perputaran dagangan saya lumayan cepat hingga saya harus memperbesar lapak. Tak cukup disitu saja, saya harus mempercantik lapak. Lagi dan lagi tanpa dukungan siapapun.

Alhasil, lapak baru saya lebih menawan dan pelanggan merasa lebih nyaman. Sampailah pada suatu hari ada pelanggan lama saya yang ternyata beliau ini adalah seorang pimpinan sebuah bank. Beliau menyatakan siap membantu dalam hal permodalan asal pelayanan dan kualitas tetap dijaga maksimal. Semangat saya menanjak tajam.

Siap bertempur bersaing sehat menuju dahsyat

Tanpa sepengetahuan keluarga dan juga para sahabatku, lapakku berubah menjadi toko buah. Toko yang saya desain sendiri elegan dan sederhana meski beberapa orang bilang ini toko buah yang mewah. Saya sadar sepenuhnya bahwa persaingan telah terjadi sejak toko ini beroperasi.

Saya butuh orang untuk memperkuat mental saya lalu saya putuskan untuk menghubungi seorang praktisi yang sering saya lihat di televisi. Awalnya sekadar konsultasi via telepon namun keinginan kuat memperbesar bisnis ini membuat saya yakin untuk mengamalkan Baiat Kerejekian.

Amalan syariat yang sungguh-sungguh, doa dan sedekah adalah landasan dari Baiat ini. Saat ini lima cabang telah beroperasi dan omzet besar jauh melebihi gaji suami. Sementara aku harus membuka kantor karena lebih dari 30 karyawan bekerja di toko buah ini. Keberhasilan ini sekaligus membungkam ketidakyakinan keluarga besar dan sahabatku dimana kini mereka hanya bisa melongo melihat pencapaianku. Barakallah. Matur sembah nuwun.

Kontak WA mbah mijan