Menguak Sisi Lain Pebisnis Kain

Pejuang Hati Penakhluk Lelaki

Menguak Sisi Lain Pebisnis Kain

Saya dibuat penasaran atas keberhasilan bunda saya dan akhirnya saya berhasil usaha beliau ini setelah menguak sisi lain pebisnis kain

Kontak WA mbah mijan

Wanita pecinta seni budaya

Ibu Ratna, usianya tak lagi muda. Beliau adalah ibunda saya yang sejak usia 19 tahun sudah mulai berdagang aneka kain dan khususnya batik di Pasar Klewer, Solo. Pasar ini terkenal akan hasil kerajinan khususnya kain batik. Hampir setiap hari beliau mengenakan busana batik yang menandakan kecintaan beliau terhadap karya seni yang satu ini.

Sejak masih gadis hingga kini memiliki 3 putri dan 2 putra serta 7 cucu, penampilannya pun tak kunjung berubah. Rambut yang memutih dan kulit yang tak lagi kencang bukan penghalang bagi beliau untuk tetap menjajakan dagangan yang telah ditekuninya puluhan tahun itu.

Saya sendiri adalah putri sulung yang tahu sangat akan kegigihan beliau meskipun almarhum ayah saya adalah seorang pegawai yang mampu mencukupi kebutuhan keluarga.

Tangguh tanpa mengeluh

Bunda saya adalah wanita tangguh dimana saya dan keempat adik saya nyaris tak pernah mendengar beliau mengeluh. Meskipun sedang sakit sekalipun beliau tetap mencoba tetap tegar. Setelah saya menikah muda saat itu, sayalah yang menemani beliau di kios. Saya ingin bisa membantu beliau sepenuhnya karena kebetulan suami juga seorang pemilik toko kerajinan di kios lain pasar ini.

Selama ini saya menemani beliau dan semangat beliau memang luar biasa. Mengilhami saya sebagai anaknya untuk menduplikasi bagaimana cara untuk melakukan usaha dagang yang benar, jujur dan memuaskan pembeli. Sebagai penghuni pasar sudah pasti ada banyak sekali fenomena tak lazim terjadi.

Seperti misalnya bau tak sedap yang kadang tercium dihari tertentu sampai pada kemunculan bayangan hitam jika menjelang malam setelah tutup kios. Saya memang tak kaget dan tak takut bila menemui hal semacam ini. Namanya juga pasar, persaingan antar penjual kerap kali menggunakan jasa paranormal yang tak semuanya memakai sarana positif. Justru banyak diantaranya menggunakan sarana negatif untuk memenangi persaingan dagang.

Menguak Sisi Lain Pebisnis Kain

Sisi lain spiritual

Sudah sejak dahulu bunda pernah menyampaikan bahwa jika mau buka kios, sholat Dhuha lah di kios ini agar usaha kita diberkahi. Itulah sedikit sisi lain dari beliau yang taat ibadah dan memiliki sisi spiritual yang cukup kuat. Saya ingin berbagi cerita yang terjadi sekitar tahun 2012 lalu. Saat itu bunda tiba-tiba mengeluh untuk kali pertama.

Saya sangat yakin beliau yang tangguh ini pasti tidak sedang bercanda. Rasa sakit yang ia rasakan di dada dan kepala sangat luar biasa pastinya. Saya dan suami bergegas membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun tak ada satupun gejala dan hasil diagnosa medis nihil adanya.

Setelah berdiskusi dengan ayah, akhirnya kami yakinkan diri menempuh jalan alternatif untuk mengobati bunda. Beberapa ahli metafisika berpendapat bahwa telah ada yang menyerang beliau secara gaib dengan maksud untuk membuat bangkrut usaha. Padalah kami tak pernah mengganggu siapapun, siapalah orang yang berbuat setega ini?

Teladan putra dan putrinya

Kesana kemari kami mengikhtiarkan bunda namun pada akhirnya kami justru harus jauh ke Tangerang. Niat awalnya adalah untuk berobat non medis namun malah disarankan untuk bertemu langsung dengan Mbah Mijan. Mau tak mau kami semua kesana.

Sama persis seperti yang telah kami tahu bahwa benar ada hal mistis telah terjadi. Bunda pun mendapatkan amalan Ruqyah sebagai penyembuhan alternatif. Sedangkan saya yang mengelola kios ini mendapat sarana khusus untuk memagari usaha sekaligus untuk media penglaris secara syariat. Kesembuhan bunda yang cukup cepat membuatnya kembali beraktivitas lebih semangat.

Beliau adalah teladan bagi kami seluruh putra putrinya. Kini usianya tak lagi muda dan selincah dahulu dan sayalah pengganti beliau yang akan terus menjaga usaha ini tetap ada sampai kapanpun. Insyaa Allah dengan amalan Baiat Kerejekian, usaha ini akan turun temurun nantinya sampai ke anak cucu. Terima kasih untuk semuanya.


Kontak WA mbah mijan