Negosiator Ulung Yang Selalu Beruntung

RKarir Mulus Tanpa Tersandung Kasus

Negosiator Ulung Yang Selalu Beruntung

Menguasai psikologis orang lain dengan sempurna adalah senjata utama seorang negosiator ulung yang selalu beruntung

 Kontak WA mbah mijan

Peminat lomba debat

Saya Johan dan saya dulu adalah mahasiswa jurusan ilmu komunikasi yang tak meluluskan studi. Semua itu karena beberapa alasan khususnya finansial. Selepas lulus SMK saya bekerja disebuah perusahaan property dengan posisi sebagai karyawan divisi pengembangan bisnis atau development. Saya bisa diterima di posisi ini lantaran ada satu sisi kelebihan yang saya miliki, bukan pada ijazah yang saya punyai.

Saya adalah peminat lomba debat baik itu tentang olah raga, sosial budaya hingga politik. Sejak SMP saya sudah terbiasa mengikuti lomba debat antar pelajar. Berlanjut hingga SMK saya tak ketinggalan selalu mengikuti lomba khususnya debat bahasa Inggris. Saya menjadi langganan sebagai pemenang dengan piagam, tropi dan tentunya uang pembinaan.

Berbekal inilah perusahaan ini menerima saya sebagai staf yang bertugas menegosiasikan suatu wilayah untuk kepentingan pengembangan bisnis. Secara kebetulan saya memiliki atasan yang memang dulu pernah menjadi juri ketika saya mengikuti lomba debat antar SMK.

Karir melonjak mutlak

Kepercayaan yang diberikan oleh atasan memberi semangat tersendiri bagi karirku disini. Beberapa kali memenangkan negosiasi membuat perusahaan memandangku sebagai karyawan yang pantas diperhitungkan kredibilitasnya. Soal dedikasi dan loyalitas pun tak perlu diragukan lagi.

Sepanjang empat tahun berkarir disini posisiku selalu dipromosikan setiap tahunnya. Hingga akhirnya aku dipercaya sebagai Asisten Kepala. Namun dibalik itu aku justru memiliki tanggung jawab lebih karena staf yang aku bawahi harus mampu menyelesaikan tugasnya dengan sempurna.

Sejauh ini semua memang baik-baik saja, nyaris tak pernah bikin pekerjaan tertunda. Karir yang melonjak ini berkat passion dan dukungan penuh dari keluarga tentunya. Hanya saja ketika karir makin keatas artinya hembusan angin akan lebih besar ketimbang saat masih berada dibawah.

Negosiator Ulung Yang Selalu Beruntung

Kendala muncul tanpa jeda

Memasuki tahun kelima dalam karirku disini rupanya pertumbuhan bisnis property mengalami persaingan yang sangat ketat. Diantara pesaing ini sudah ada yang masuk dalam skala besar usaha sehingga mereka pasti memiliki pilar-pilar sumber daya manusia yang siap tempur di lapangan.

Beberapa kali tim yang aku tangani mengalami kegagalan negosiasi yang berujung memaksa pada kondisi dimana aku harus turun ke lapangan untuk turut beraksi. Memang benar adanya, anak-anak di lapangan menemui kendala yang lumayan berat. Mereka harus diberi pelatihan lebih agar kemampuan dalam bernegosiasi menjadi lebih tajam.

Kondisi ini pula memaksaku harus berpikir ekstra keras sebab bila dengan bekerja sesuai standar perusahaan saja tak membuahkan hasil. Semua prosedural yang dilakukan berakhir nihil. Bila ini dibiarkan kemunduran perusahaan bakal menjadi hal yang tak lagi mustahil.

Gunakan sarana khusus

Ini menjadi momentum pembuktianku sebagai seorang negosiator. Memenangkan sebuah tugas adalah keharusan yang menyangkut harga diri, seperti halnya para pengacara yang memenangkan kliennya. Nah, akhirnya aku jadi ingin berteman dekat dengan profesi pengacara jadinya.

Siapa sangka dari sahabat seorang pengacara ini aku justru dapat ilmu baru, yakni sarana metafisika. Apakah itu? Aku mencoba searching mencari pakar alias ahli susuk yang bisa mendukung kinerjaku. Aku itu merasa mumpuni tapi kok masih belum maksimal hasil kerjaku.

Mengikuti pengalaman sahabatku itu aku memilih gunakan sarana khusus yang diracik oleh Mbah Mijan. Praktisi ini memang dikenal sebagai ahli susuk dan memiliki jam terbang serta klien cukup banyak baik dalam dan luar negeri. Kemantapanku dalam memilih jalan ini mulai terasa sejak proyek berikutnya mulai ada pencerahan. Si Ulung, demikian boss memanggilku. Sebab proyek besar yang awalnya perusahaan ragu ternyata bisa didapatkan dari keberuntunganku saat melakukan negosiasi.

Menguasai psikologis orang lain adalah senjata berkomunikasi. Satu lagi, jika ragu jangan pernah maju! Jika mau maju, jangan pernah ragu!

Kontak WA mbah mijan