Perjuangan Teteh Dalam Mencari Jodoh

Perjuangan Teteh Dalam Mencari Jodoh

Perjuangan Teteh Dalam Mencari Jodoh

AKHIRNYA, SELAMAT YA TEH, SEMOGA SAKINAH, MAWADDAH, WAROHMAH, AAMIIN (KISAH NYATA)

 Kontak WA mbah mijan

 

Kali pertama aku bertemu, usia Teteh 40 tahun, status single. Waktu itu, Teteh tampak anggun dengan baju pink yang dipadu celana hitam. Setelah dua kali pertemuan, akhirnya Teteh menikah. Kabar ini membuatku senang sekaligus terharu, teringat kisah perjuangannya.

Teteh adalah seorang pekerja keras, seorang yang bertanggungjawab terhadap keluarga. Sejak kepergian Ayah, Teteh menjadi tulang punggung, bekerja tanpa lelah demi ibu dan kedua adiknya. Saat usia Teteh 35 tahun , Ibu pernah mengingatkan, agar cari suami, tapi diabaikannya.

Saat itu Teteh berujar bahwa setahun lagi adaik bungsu wisuda, sedang butuh banyak biaya, masalah suami nanti saja, katanya. Teteh percaya, maut, rejeki, dan jodoh, sudah ada yang mengatur, pasrahkan saja sama yang kuasa, tegasnya. Singkat cerita, setahun berlalu Si bontot  wisuda. Sang Bunda pun mengingatkan kembali, agar mencari suami, karena usia.

Teteh mengaku soal pasangan tak terpikirkan. Kadangkala Teteh keras kepala, bahkan prinsipnya, wanita itu dipinang bukan meminang, usia tak jadi halangan, kenapa harus mencari, imbuhnya. Soal lain tak pernah jadi masalah, tapi kalau sudah bicara pasanga pasti berdebat.

Dua tahun kemudian, tiba-tiba tengah malam, dikejutkan oleh suara ketukan pintu kamarnya. Berkali-kali tanya siapa yang mengetuk, tapi tidak ada sahutan. Tetehpun langsung panik, bersiap buka pintu dan kabur, kalau-kalau itu adalah hantu. Saat pintu dibuka, telur busuk tepung, dan air mendarat ditubuhnya seraya melihat ibu serta kedua adiknya membawa kue dan bernyanyi “selamat ulang tahun”.

Angka 38 menancap jelas di roti lembut berbalut cokelat khas kue ultah. Perayaan ulang tahun yang sederhana namun bermakna, karena sejak malam itu, Teteh baru tersadar, hari ulang tahun sendiri saja lupa. Sadar usia sudah semakin dewasa, berbagai daya dan upaya ia lakukan untuk mendapatkan pasangan, tapi hasilnya nihil. Puncak frustasi, pada usia 40 tahun dan akhirnya bertemu DENGANKU.
Jangan pernah abaikan insting Ibunda, agar tak ada kebuntuan. The End.


Kontak WA mbah mijan