Senjata Penangkal Serangan Tak Kasat Mata

Pejuang Hati Penakhluk Lelaki

Senjata Penangkal Serangan Tak Kasat Mata

Mengemban tugas jauh di pedalaman sepi membuat saya harus memperkuat batin dan diri dengan senjata penangkal serangan tak kasat mata

Kontak WA mbah mijan

Gemar di alam bebas

Namaku Joko, asalku dari pelosok Solo. Aku adalah salah satu alumni sebuah perguruan tinggi di Solo dan aku membaktikan diri untuk bekerja diluar pulau. Sejak masih SMA aku dan teman-teman kerap menghabiskan masa liburan dengan pergi hiking dan camping. Tercatat sudah lebih dari 10 gunung yang kami takhlukkan, khususnya gunung yang berada di pulau Jawa.

Kegemaranku di alam bebas ini menjadi candu. Bila dalam waktu 3 bulan saja aku tak menghirup udara gunung dan hutan maka emosionalku tak terkontrol. Menjadi pecinta alam sama sekali tak ada kendala dari pihak keluargaku. Kedua orang tuaku juga dahulu aktif dalam kegiatan mapala di kampus mereka.

Saat masih SMA aku bercita-cita kelak aku akan menghabiskan waktuku untuk bekerja di alam bebas. Tak pernah terpikir untuk bekerja di kantoran. Inginnya juga sekalian bermukim di pegunungan atau paling tidak dipinggiran hutan. Sambil menjaga keselarasan hutan agar tetap terjaga dari segala macam pengrusakan.

Peluang terbuka lebar

Setamat kuliah dan bergelar Insinyur Kehutanan membuat semua keinginanku untuk kedepan menjadi lebih mudah. Peluang sudah terbuka lebar dan tinggal aku memburu kesempatan untuk meraihnya. Beberapa bulan menunggu akhirnya berangkatlah aku ke Kalimantan.

Tepatnya di Kalimantan Timur, disanalah basecamp yang menjadi tempat bernaungku bersama tim. Kami bekerja disalah satu perusahaan Timber. Kami bertugas untuk melakukan survey, menentukan titik, lalu memulai eksplorasi kayu. Setelah itu kami wajib melaksanakan reboisasi. Kami juga membuka hutan untuk hunian dan industri, namun dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Berada didalam lebatnya hutan Borneo, berhari-hari bahkan sampai berbulan-bulan. Kami tinggal ditengah hutan dengan perbekalan yang di supply sebulan sekali lewat helikopter. Bukan tenda yang kami dirikan tapi lebih mirip rumah pohon. Tapi bahagia tiada tara.

Senjata Penangkal Serangan Tak Kasat Mata

Kisah mistis belantara

Sebagai pecinta alam aku ini tak kaget dengan berbagai macam cerita-cerita yang berkisah soal mistis. Baik di gunung, hutan dan danau. Semua memang benar ada hawa mistis, namanya juga disana bukan hunian manusia. Tapi ini berbeda, aku berada diatas tanah yang bukan tempatku berasal.

Ancaman binatang buas khususnya ular besar bisa sewaktu-waktu datang. Kami ditengah hutan saling berjaga dan tak boleh semuanya terlelap. Peralatan kerja yang beberapa terdapat alat berat, kerapkali tak berfungsi sekalipun rekan teknisi telah mencoba melakukan perbaikan.

Belum lagi mimpi buruk, kerasukan hingga hal tak masuk akal seperti adanya gangguan jin yang tak terhitung jumlahnya. Aku mungkin akrab dengan alam sehingga aku nyaris tanpa kendala gangguan. Sedikit diusik sih pernah tapi tak sampai terjadi mimpi buruk hingga kerasukan.

Bekal dari Bapak

Ada satu rahasia yang sebenarnya tak ingin aku ceritakan disini. Tapi karena sekarang aku sudah berubah pikiran jadi aku pingin cerita. Bapak adalah sosok spiritualis Kejawen yang sangat kuat. Jadi jauh hari sebelum aku pergi ke Kalimantan, ternyata Bapak telah menyiapkan segala sesuatunya.

Salah satu bekal dari Bapak adalah kalung berliontin Giok. Konon kalung ini selalu dibawa Bapak saat aktif di Mapala. Lama tak terpakai akhirnya kalung itu diwariskan buat aku. Sebelum mulai kugunakan, Bapak menyiapkannya dengan Minyak Seribu Hajat.

Rahasia kedua adalah saat seminggu menjelang keberangkatan, aku diajak serta ke Tangerang. Disanalah aku melakukan pengisian ilmu kebal. Ilmu kebal ini tak hanya untuk senjata tajam saja namun juga untuk menangkal segala sesuatu yang berhubungan dengan kegaiban. Misalnya bila disuatu tempat yang hawa mistisnya kuat, adanya santet, teluh, guna-guna dan sejenisnya. Ilmu kebal inilah yang hingga kini turut serta melindungi. Betapa Bapak mendukung semua pencapaianku sampai saat ini. Terima kasih Bapakku.

Kontak WA mbah mijan