Tak Perlu Rapuh Karena Tunangan Kabur Menjauh

Dulu Viral Kini Semakin Mahal

Tak Perlu Rapuh Karena Tunangan Kabur Menjauh

Kalem saja dan tak perlu rapuh karena tunangan kabur menjauh sebab aku tahu cara yang paling ampuh

Kontak WA mbah mijan

 

Aku dan masa remajaku

Aku Aldi dari Malang, Jawa Timur. Langsung saja aku mau berbagi cerita soal asmaraku. Semua dimulai dari awal masuk kuliah di daerah Depok, Selatan Jakarta. Aku bertemu ribuan orang dari penjuru negeri ini bahkan dari luar negeri yang akan kuliah disitu. Disitulah aku berkenalan dengan Ratna. Gadis asal Magelang.

Ratna gadis yang imut, manis dan pendiam yang buat aku makin penasaran. Barangkali memang sudah takdirku ternyata Ratna ini satu jurusan bahkan satu ruangan denganku. Pucuk di cinta ulam pun tiba, begitulah kira-kira.

Aku nekad ngajak jadian Ratna dan terus berusaha meluluhkannya dengan segala caraku. Akhirnya Ratna pun luluh dan kami jalani ini hingga lulus kuliah.

Kembali ke kampung halaman

Seusai wisuda kami pun kembali ke tempat asal kami masing-masing. Sebelum kembali ke Malang aku sempat sampaikan kepada Ratna dan keluarganya bahwa aku ingin bertunangan dengan Ratna. Permintaanku inipun disambut baik oleh keluarga Ratna.

Pertunangan terjadi di Magelang dengan membawa serta keluarga besarku dari Malang. Semua berjalan lancar dan tidak ada kendala. Semangatku meneruskan hidup jadi membara. Sesekali Ratna aku ajak ke Malang untuk silaturahmi dan refreshing.

Tak Perlu Rapuh Karena Tunangan Kabur Menjauh

Sisi kelam hubungan jarak jauh

Tak lama setelah kami tunangan, aku diterima kerja di perusahaan tambang di Papua. Sedangkan Ratna menjadi tenaga pengajar di sekolah tak jauh dari rumahnya. Praktis kamipun mau tidak mau menjalani hubungan jarak jauh.

Rindu jelas ada tak terbantahkan karena kontrak kerjaku mengizinkan aku pulang hanya setahun sekali persis pas hari Lebaran. Di tahun pertama semua seakan baik-baik saja. Tapi selanjutnya?

Sisi kelam sebuah hubungan jarak jauh akhirnya terjadi juga. Ratna yang telah bertunangan denganku justru berbelok mengkhianati. Santer kabar kudengar bahwa Ratna menjalin hubungan dengan seorang pria teman SMU-nya dulu. Kabar ini dibenarkan pihak keluarga Ratna.

Tak boleh panik semua akan membaik

Aku cukup bisa menguasai diri dalam masalah ini. Panik hanya akan membuat suasana makin keruh. Aku tetap fokus bekerja disini dan niatku untuk menikahi Ratna kuserahkan sepenuhnya kepada Allah. Dua bulan berlalu rupanya Ratna makin menjauh. Tak ada lagi kabar dan senyumnya di layar Hp-ku.

Tak mau ini terus berlarut jadi aku putuskan untuk menempuh jalan ikhtiar yang lain. Satu persatu aku memilih siapa yang bisa membantuku mengatasi ini. Jatuhlah pilihanku kepada Mbah Mijan yang memang sering aku lihat di tayangan TV swasta.

Kepada Mbah Mijan aku sampaikan semuanya dan cukup melegakan juga penanganannya. Satu produk yang aku gunakan adalah amalan Ilmu Pelet Sekar Kinasih Damar Wulan. Mengamalkan ini butuh kesabaran, ketenangan dan keyakinan untuk bisa mencapai hasil maksimal.

Bahagia itu kita yang ciptakan

Sempat aku hopeless karena beberapa minggu sama sekali tak ada kabar dari Ratna. Parahnya malah aku di blokir media sosialnya. Apa mau dikata lagi toh aku sudah berdoa dan berikhtiar seikhlas-ikhlasnya.

Suatu sore di awal bulan Maret aku hendak memesan tiket pesawat untuk kembali ke Malang. Aku dihubungi oleh papanya Ratna padahal beliau hampir tak pernah menelpon. Kalo chatting sih kadang-kadang saja. Papa bilang,”Nak, pulanglah ke Magelang. Papa dan keluarga ingin minta maaf atas kekhilafan Ratna. Secepatnya kalian menikahlah karena Ratna hanya inginkan kamu”.

Aku kegirangan bukan kepalang. Ya Allah inikah jawaban atas kesabaran dan ikhtiarku. Rasanya ingin cepat kembali ke Malang lanjut ke Magelang. Rindunya sudah tebal melebihi kamus satu milliar kata. Cerita selanjutnya di skip yaa, tahu kan persiapan malam pertama.

Terima kasih Mbah Mijan, matur nuwun!

Kontak WA mbah mijan