Tangis Haru Saat Hari Bahagiaku

Cantik Tiada Tara Susuk Mutiara

Tangis Haru Saat Hari Bahagiaku

Perjalanan asmara penuh lika liku mengiringi tabah penantianku yang berakhir tangis haru saat hari bahagiaku

Kontak WA mbah mijan

Bertunangan setelah wisuda

Saya Fitria dan saat ini saya adalah guru yang mengajar sekolah dasar di Jakarta Barat. Saya sedikit mengisahkan perjalanan asmara saya yang sebenarnya membuat hati saya haru bila mengenangnya. Saya lulusan salah satu universitas negeri di Jakarta. Mengambil jurusan fakultas pendidikan yang akhirnya mewujudkan cita-cita saya menjadi seorang guru.

Saya bertunangan dengan mas Fajar, pria idamanku persis 3 hari setelah wisuda. Niat kami bertunangan adalah agar tak berlama-lama berpacaran. Lagian mas Fajar sudah mapan sebagai seorang perwira. Sejak bertunangan inilah hati saya yang lega tetiba harus menangis saat mas Fajar harus ditugaskan keluarg pulau.

Hari bahagia seketika hambar ketika benar adanya kepergian mas Fajar tak bisa ditangguhkan apalagi dibatalkan. Sebagai calon istri tentu saya sangat panik sebab saya tahu persis bahwa calon suami saya ini kelemahannya adalah menjalani hubungan jarak jauh.

Lepas semua media komunikasi

Saya harus ikhlas menjalani hubungan jarak jauh ini. Sebagai guru saya tak bisa meninggalkan begitu saja tugas dan tanggung jawab saya. Demikian pula dengan calon suami saya ini. Seringkali konsentrasi saya buyar kala mengajar, maklum keingetan mas Fajar. Rasa kangen yang gagal terpenuhi karena calon suami tak bebas menggunakan media komunikasi.

Lambat laun, komunikasi pun terhenti satu persatu. Tak ada lagi media komunikasi yang bisa menghubungkan diantara kami. Sementara hal serupa juga terjadi antara calon suami dan keluarganya. Disinilah saya beranggapan bahwa calon suami saya memang sedang ada masalah dengan media komunikasinya.

Hal ini pula yang menbawa saya menjadi makin dekat dengan keluarga calon suami. Kami semua setiap hari menanti, siapa tahu ada salam dan kabar dari mas Fajar yang jauh disana. Sesekali khayalan saya terbang kemana-mana, kesana kemari hingga ketakutan akan mas Fajar kenapa-kenapa.

Tangis Haru Saat Hari Bahagiaku

Pasrah dalam doa

Dahulu, mas Fajar pernah mengajak saya ke kediaman Mbah Mijan di Tangerang. Kala itu mas mau mengikuti sebuah ujian dan berkonsultasi dengan Mbah Mijan. Saya teringat itu lalu kepikiran untuk kembali datang berkonsultasi perihal urusan asmara saya yang sedang galau ini.

Setelah mencari kontak dari akun resmi akhirnya saya mendapatkan alamat praktek dan segera saya buat janji untuk berkonsultasi langsung. Saya meminta untuk dibantu dengan ilmu pelet. Meskipun saat itu Mbah Mijan lebih menyarankan untuk melakukan ruwatan. Pada akhirnya saya mengamalkan ilmu pelet.

Sarana ini rupanya menembus calon suami yang sempat menghubungi saya dan keluarganya. Namun beberapa waktu kemudian menghilang kembali. Sempat terjadi kendala saat itu dimana seluruh media sosialnya ternyata digunakan oleh orang lain. Saya pun pasrah dalam doa dan mencoba ikhlas dengan keadaan ini. Apapun nanti, penantian saya akan terus dan terus menanti. Bila perlu sampai ajal menjemput kami.

Tindakan terakhir

Hampir 4 bulan berlalu, saya mencoba kembali hubungi Mbah Mijan dan lagi-lagi saya harus kembali. Saya penasaran kenapa malah terjadi kendala ini. Mau tidak mau, saran untuk melakukan ruwatan buang sial untuk memudahkan urusan jodoh harus saya lakukan. Inilah yang menjadi tindakan terakhir saya untuk urusan asmara. Karir dan rejeki bagi saya sudah mulus tanpa masalah, yaa hanya soal hati saja masalah saya.

Pesan Mbah Mijan, jodoh itu rahasia Illahi. Bila jauh berdoalah agar didekatkan, bila masih lama maka berdoalah agar disegerakan. Amalan demi amalan ruwatan yang saya jalani dengan sabar dan sungguh-sungguh pasti akan membawa semuanya berlabuh.

Siapapun jodohku nanti, aku tak bisa menolaknya meski saat itu sudah terjadi pertunangan resmi. Barulah dihari ulang tahunku di sekolah, saya mendapat kejutan dari sesama rekan guru dan kepala sekolah. Kejutan kecil itu baru kali pertama terjadi. Lumayan untuk menghibur hati, sekilas melupakan kesedihanku ini. Namun kejutan besar pun ikut terjadi. Mas Fajar dan mamanya tiba-tiba muncul diruang guru dan memberikan kado bertulis,”Aku sudah kembali”.

Kontak WA mbah mijan