Tasbih Karomah Pembawa Berkah

Menyingkap Tabir Pemuda Tajir

Tasbih Karomah Pembawa Berkah

Saya ini orang kecil yang hidup sederhana dan beruntungnya saya adalah memiliki Tasbih Karomah pembawa berkah dalam kehidupan saya

 Kontak WA mbah mijan

Tak lulus sekolah

Saya lahir dari keluarga petani di pelosok desa di Jawa Barat. Saya adalah sulung dari empat bersaudara dan sejak kecil saya harus membantu kedua orang tua saya demi adik-adik saya. Tak heran saya sejak kecil terbiasa mengalah untuk semua adik saya, salah satunya adalah saya mengalah untuk tidak meneruskan sekolah.

Saya ingin semua adik saya mengenyam cukup pendidikan agar punya masa depan lebih baik dari saya. Bahkan saya rela melakukan apapun untuk mereka semua. Menginjak usia remaja, diwaktu senggangku bergaul dengan teman sebayaku. Mereka menerimaku sebagai teman dan sahabat meski secara status mereka semua adalah anak terpelajar.

Sesekali saya ikut membaca buku pelajaran mereka terus jika ada yang tidak paham saya bertanya kepada mereka. Namanya juga ingin tahu jadi yaa hanya dengan cara ini saya bisa menambah pengetahuan saya. Bersama teman-teman sebaya inilah saya banyak belajar tentang banyak hal.

Ingin bisa mengemudi mobil

Suatu hari saat usiaku baru lima belas tahun, aku berkenalan dengan Mang Usep. Beliau adalah sopir travel yang tinggal di perbatasan desa. Perkenalan ini terjadi saat beliau meminta bantuan saya untuk mendorong mobilnya yang mogok. Dari situlah terjalin kedekatan hingga sekarang.

Beliau mengatakan kepada saya bahwa jika saya tak bersekolah paling tidak memiliki kemampuan lain untuk menopang hidup. Salah satunya bisa mengemudikan mobil, misalnya. Ucapan beliau mengena dihati saya lalu saya putuskan untuk belajar kepada beliau.

Beliau menyanggupi namun bertahap. Sebelum duduk dibelakang kemudi mobil saya wajib membersihkan semua bagian isi mobil. Lalu mencuci mobil itu sampai bersih dibagian luar. Rutinitas ini sebagai ganti ongkos saya belajar mengemudi mobil dan sebagai terima kasih kepada Mang Usep yang sudah bersedia mengajari. Tak hanya itu, saya juga diajari sedikit banyak ilmu tentang mesin.

Tasbih Karomah Pembawa Berkah

Menjadi rayap aspal

Tiga tahun berlalu saya kemudian pamit kepada orang tua untuk mengadu nasib ke kota. Berbekal kemampuan mengemudi ini lalu saya menjadi sopir angkutan umum. Suka duka sebagai sopir saya jalani dengan rasa syukur. Tak terasa sudah hampir enam tahun saya hidup diatas aspal mengantar penumpang dari dan ketempat asal.

Bukannya bosan dengan profesi tapi rupanya saya sudah berada dititik jenuh. Sesaat saya berpikir merenung apa seterusnya akan seperti ini, terlebih saat itu moda angkutan umum sudah tergerus oleh arus online atau daring. Mau tidak mau aku harus mengikuti perkembangan teknologi yang ada.

Cerita Tasbih Karomah

Seperti biasa saat Maghrib tiba saya menyempatkan untuk mampir di masjid. Saya terbiasa sholat jamaah di masjid itu. Selepas sholat saya duduk diteras masjid sambil merenung sembari istirahat. Saat itu datanglah seorang pria tampan yang tersenyum menyapa saya sambil membawa handuk kecil saya yang tertinggal didalam masjid.

Terjadi obrolan saya dengan pria itu. Rupanya ia dari Jakarta, parfumnya wangi dan dilehernya berkalung tasbih. Spontan saya tanya,”Aa, itu teh Tasbih naon wangi pisan?” Jawabnya singkat, ini Tasbih Karomah. Saya dapatkan in dari Mbah Mijan. Tak lama kemudian pria itu pamit melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Lanjut saya merenung, tiba-tiba saya dikejutkan dengan dompet yang sedari tadi tergeletak tak jauh dari mataku. Saya beranikan diri mengambil dan membuka dompet itu. Isinya luar biasa banyak, belum lagi kartu-kartu ATM dan kartu kredit serta beberapa kartu nama. Dari tanda pengenalnya inilah saya gak mau menunggu lama untuk mengembalikan kepada sang pemiliknya.

Menjadi sopir pribadi berkelas

Jelang tengah malam akhirnya ketemu juga alamat rumah pemilik dompet tebal ini. Alamak ternyata pemiliknya adalah pria wangi yang tadi Maghrib bertemu di masjid. Betapa bahagianya dia saat ketemu saya lagi dan dompetnya akhirnya kembali.

Saya gak boleh pulang, saya diminta menginap di rumah mewah ini. Bahkan saya diminta jadi sopir pribadinya dengan gaji istimewa. Tak hanya itu saya juga akan dipesankan Tasbih Karomah khusus untuk saya agar selalu ingat Allah dimanapun saya berada.

Kini Tasbih Karomah itu selalu menemani saya bepergian kemana saja. Bersama Tasbih Karomah ini aku makin di sayang boss, bukan dianggap sebagai sopirnya tapi sahabat yang melebihi keluarga. 

Kontak WA mbah mijan