Teror Berantai Di Rumah Tusuk Sate

Pejuang Hati Penakhluk Lelaki

Teror Berantai Di Rumah Tusuk Sate

Aku dan keluargaku menempati selama hampir enam tahun dan kami tak tahan lagi dengan teror berantai di rumah tusuk sate

 Kontak WA mbah mijan

Beli rumah karena menikah

Nama saya Tommy asal Bandung dan saya bekerja disalah satu perusahaan swasta di Jakarta Selatan. Karena kesibukan saya yang padat jadi saya sangat jarang pulang ke Bandung. Selain itu kedua orang tua saya juga masih berdinas di luar pulau sehingga saya pikir lebih baik saya tetap disini saja.

Saya tinggal disebuah asrama yang memungkinkan saya bisa menjangkau tempat kerja dengan lebih efektif. Tinggal di asrama juga membuat saya bisa menabung karena saya tak pernah memikirkan untuk biaya kontrakan atau indekost. Maka dari itu saya berhasil menyisihkan gaji saya untuk membeli rumah kelak jika sudah waktunya.

Saya menikah di usia 36 tahun. Usia yang cukup terlambat untuk ukuran pria dewasa. Istri saya berusia 35 tahun dan ia adalah rekan kerja saya namun berbeda bagian saja. Kami bekerja dalam satu gedung yang sama tapi berbeda lantai. Karena menikah inilah akhirnya saya mau tak mau harus membeli rumah.

Nihil pengalaman soal hunian

Karena rumah adalah kebutuhan utama sebuah rumah tangga maka saya yang nyaris belum pernah beli rumah mau tak mau harus punya rumah. Tanpa pengalaman sebelumnya dalam bertransaksi, saya hanya mengandalkan dari iklan rumah dijual yang saya baca dari iklan digital dan koran.

Semuanya dengan harapan bisa dapat rumah yang berlokasi strategis, harga ekonomis serta praktis dimana tak butuh banyak renovasi disana sini. Saya mencoba membanding-bandingkan harga dari setiap iklan yang saya baca. Baik itu dari lokasi, luas tanah dan kondisi lingkungan juga tak luput dari pertimbangan saya.

Akhirnya nemuin juga rumah yang cocok dengan kantong, sudah begitu lokasinya juga ternyata gak jauh kemana-mana. Apalagi dengan sistem perumahan yang hanya satu akses pintu masuk dan keluar. Penjagaan pasti lebih aman. Pilihanku ini berakhir dengan transaksi.

Teror Berantai Di Rumah Tusuk Sate

Dihantui kejanggalan setiap malam

Saya dan istri mulai menempati rumah kami setelah resmi menikah. Rumah ini siap pakai dan layak huni, sehingga kami tinggal mengisi seluruh bagian rumah dengan lebih mudah. Rasa lelah seharian setelah berbenah membuat mata kami sudah diserang ngantuk padahal belum jam tujuh malam.

Kami tak sempat mandi dan langsung merebahkan tubuh kami dikamar. Besok sajalah mandinya toh masih masa cuti ini. Semua ruangan juga sudah bersih jadi saatnya rehat biar besok lebih seger badan ini. Kamipun akhirnya tertidur pulas bersama.

Sekitar lewat malam kami dikejutkan dengan suara-suara seperti jatuhnya piring dan gelas. Kemudian seperti lampu bohlam yang meledak. Kami pikir itu mungkin kucing yang menjatuhkan. Pagi harinya kami merapikan barang pecah belah yang hancur itu. Anehnya, dimalam berikutnya terjadi keanehan seperti suara tangis perempuan dari gudang belakang. 

Mencoba tenang dan menyerah

Saya berusaha tetap tenang sembari menenangkan istri. Kami berdua termasuk orang yang tak percaya hal mistis, tapi sumpah baru ini kami mengalami kejadian diluar nalar kami. Pengen cerita ke yang lain tapi bingung, gak cerita ya tambah bingung.

Ada yang bilang rumah ini adalah rumah tusuk sate. Berada di pertigaan yang sepertinya memotong jalur jalan, begitu kata banyak orang. Saya tak pernah belajar Fengshui, tak mengerti apa itu Primbon. Kami hanya mencoba tenang dan akhirnya kamipun menyerah. Enam tahun sudah kami bertahan dalam teror yang menyerang setiap malam.

Antara percaya gak percaya, beberapa ahli Fengshui dan Metafisika coba saya konsultasikan perihal kondisi ini. Sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk melakukan tindakan Pagar Ghoib Untuk Rumah. Sekaligus juga untuk pembersihan rumah ini dari semua sengkala, istilahnya tolak bala. Semua ini demi kami dan keluarga kami nanti bisa tinggal disini seterusnya.

Sejak rumah ini terpagar secara gaib, semua menjadi lebih nyaman.

Kontak WA mbah mijan