Artis Lokal Honor Internasional

Menikah Setelah Sewindu Pasrah

Artis Lokal Honor Internasional

Perjalanan panjang berliku penuh suka duka menghantarku menjadi artis lokal honor internasional

 Kontak WA mbah mijan

Lahir di pelosok desa

Aku wanita yang lahir di sebuah pulau kecil di pelosok desa. Tempat tinggalku jauh kemana-mana bahkan untuk menonton televisi saja aku harus rela berjalan kaki tak kurang dari lima belas kilometer. Beginilah kondisi sebenarnya yang ada, namun aku masih bersyukur bisa mendapatkan layak pendidikan dan ilmu pengetahuan yang cukup dari orang tuaku.

Hobbyku adalah menyanyi. Sejak kecil aku mengagumi banyak penyanyi terkenal ibukota dan beberapa penyanyi wanita India. Untuk bisa mendengarkan karya-karya emas itu aku harus menunggu kiriman kaset dari kota. Ayahku yang bekerja di salah satu perusahaan biro perjalanan pariwisata memudahkanku untuk bisa memiliki koleksi kaset itu.

Namanya juga hidup di pelosok jadi harus bisa menerima kondisi ini. Barulah ketika aku selesai sekolah setingkat SMU, aku memberanikan diri merantau ke kota. Awalnya aku ingin ke Jawa Timur tapi orang tuaku justru menyarankanku untuk ke Jakarta saja.

Menumpang dirumah paman

Setiba di Jakarta aku langsung dijemput oleh paman. Paman sangat menyayangiku dan mengagumi tekadku dalam bernyanyi. Paman juga mengoleksi foto-foto saat aku sedang menyanyi dari panggung ke panggung sejak aku masih berusia dua belas tahun.

Dulu aku menyanyi terkadang hanya dibayar dengan nasi box dan buku serta alat tulis. Sempat pula aku mengisi sebuah acara di kantor ayahku waktu SMP. Itu menjadi awal aku menyanyi dan dibayar dengan honor yang cukup untuk membeli peralatan karaoke seadanya. Gak nyangka ternyata paman memiliki dokumentasi disemua panggung yang pernah kujalani. Ternyata dibalik itu, ayahkulah yang mengirimkan semua foto-foto ini.

Artis Lokal Honor Internasional

Mengais rejeki di ibukota

Seperti halnya ayahku sendiri, paman sangat antusias mendukung keinginanku untuk menjadi penyanyi profesional. Ini sudah di Jakarta, pikirku pasti semua akan jauh lebih mudah. Kenyataannya tidak demikian, aku harus menjadi penyanyi reguler dan event dari cafe ke cafe. Sesekali aku mengisi di acara pernikahan yang honornya terkadang banyak potongannya.

Pernah pula aku membuat band bersama teman-teman tapi tak satupun industri rekaman yang bersedia menerima demo lagu kami. Sementara teman-teman patah semangat dan mereka bekerja serabutan, aku malah di sekolahkan olah vokal oleh paman. Paman bilang, sudah saatnya kamu ikut audisi. Bisa jadi disitulah kamu bisa dikenal lebih luas.

Aku ikuti semua saran paman dan imbas yang aku dapat adalah tawaran bernyanyi jadi lebih banyak. Setidaknya aku bisa membayar biaya kursus vokalku ini. Sekadar menguatkan diri bahwa inilah fakta seniman daerah di ibukota. Semua tak semudah mengembalikan telapak tangan.

Lolos dan pulang dengan gemilang

Sebagai wanita yang berasal dari daerah terpencil tentu hal mistis adalah hal tak terpisahkan dari setiap keseharianku. Seperti turun temurun pula yang terjadi di keluargaku. Ayah saat telepon sempat menanyakan bahwa penting untuk menjaga keselamatan dan hokimu, gunakan sarana atau piranti untuk menjaga profesimu.

Sebagai artis, azimat menjadi hal wajib meski ini adalah rahasia yang tak perlu dipublikasi. Banyak artis menggunakan susuk, pegangan dan penjagaan secara spiritual. Azimat para artis ini diyakini pula untuk pesona, kewibawaan dan menjaga kepopuleran mereka. Juga untuk terhindar dari jebakan kasus yang bisa saja menimpa.

Audisi pun dimulai, salah satu stasiun televisi nasional menggelar pagelaran ini dengan panggung spektakuler. Ketatnya persaingan dan uji mental yang sesungguhnya berada disini. Dengan rasa percaya diri yang tinggi dan tenang menghadapi semuanya akhirnya aku bisa lolos menjadi pemenang. Aku pulang dengan gemilang disambut gegap gempita masyarakat tempat asalku. Tak ada yang tak mungkin, aku hanya seniman lokal tapi kini nilai honorku melebihi semua harapanku.

Kontak WA mbah mijan