Pakar Susuk Bangunkan Usaha Ambruk

Hidup Makin Berkelas Karena Susuk Emas

Pakar Susuk Bangunkan Usaha Ambruk

Dahulu saya berjaya lalu kemudian jatuh terpuruk dan beruntungnya bisa bertemu dengan pakar Susuk bangunkan usaha ambruk

Kontak WA mbah mijan

Dari kuli jadi ahli konstruksi

Saya Ariz dan saya ini terlahir dari kalangan orang biasa-biasa saja. Bapak saya adalah pemborong bangunan kelas rendah dan ibu saya pedagang kecil di pasar. Saya dibesarkan bersama dua adik saya yang secara otak jauh lebih cerdas dari saya. Meskipun begitu saya tidak ada rasa iri justru saya selalu mendukung kedua adik saya ini.

Cita-cita saya adalah menjadi seorang arsitek. Sebuah cita-cita tinggi untuk orang seperti saya. Sejak masih duduk dibangku SMP saya sudah sering membantu Bapak jika ada borongan bangunan. Saya menjadi kenek dari Bapak saya sendiri. Sesekali Bapak mengajarkan bagaimana menyiapkan dan mendirikan sebuah bangunan berkualitas kokoh lagi berkelas.

Sampai suatu ketika, Bapak tengah mengerjakan rumah seorang arsitek ternama. Disitulah Bapak mengungkapkan keinginan saya. Alhasil saya berhasil masuk bangku kuliah jurusan arsitektur atas biaya yang dibantu oleh relasi Bapak.

Hancur karena sombong

Ilmu arsitektur yang saya dapatkan secara alamiah didukung dengan lingkungan keseharian saya membuat kemampuan saya tak diragukan lagi. Satu persatu pekerjaan bangunan mulai dari rumah, apartemen hingga monumen berhasil saya dapatkan.

Beberapa tahun lamanya menggeluti pekerjaan ini, tibalah waktunya saya mendapati ujian. Satu persatu dealing project gagal. Bahkan kegagalannya itu di awal. Selebihnya adalah proyek yang telah dikerjakan menemui banyak kendala konstruksi.

Demi kelangsungan usaha ini saya terpaksa berhutang dalam jumlah yang cukup besar. Lambat laun nilai hutang pun tak dapat terbendung jumlahnya. Rupanya perusahaan ini menemui titik pailit dimana tidak ada keuntungan sepeserpun. Banyak aset yang terpaksa dijual mulai dari property hingga beberapa mobil kesayangan. Semua itu belum bisa menutup jumlah tanggungan yang harus saya selesaikan setiap bulannya. Ditambah lagi istri mulai tak betah dan pulang ke rumah mertua. Hancur sudah hidup saya.

Pakar Susuk Bangunkan Usaha Ambruk

Terpuruk ambruk

Keterpurukan ini belum juga berhenti. Kantor yang dijaga beberapa sekuriti pun tak luput dari penjarahan. Memang ini kesalahan saya juga dimana gaji sekuriti belum terbayar hingga tujuh bulan lamanya. Banyak barang dan dokumen penting hilang. Sepertinya ini terjadi dengan perencanaan yang rapi oleh pelakunya.

Saya tak dapat menuntut siapapun. Hanya penyesalan akibat sebuah kesombongan saya sendiri. Sampai pada suatu malam didepan taman yang sepi, saya terdiam cukup lama. Menjelang pergantian hari ditengah malam itu adalah hari ulang tahun saya.

Malu dengan diri saya sendiri, malu dengan keluarga besar dan malu kepada Allah tentunya. Saat itulah saya mendapat sesuatu hikmah untuk tidak berlama-lama larut dalam keterpurukan. Kaki saya berjalan tak tentu arah yang akhirnya saya lelah dan tertidur tak jauh dari perumahan yang pernah saya bangun. Miris sekali rasanya, esok harinya saya terbangun dan bertemu dengan Mbah Mijan. Paranormal yang biasa saya lihat di TV itu.

Bangkit atas izin Allah

Saya yang kusut lantas ditawari makan oleh Mbah Mijan. Terjadilah obrolan diantara kami. Singkat kata saya ditepuk pundaknya dan diberi semangat untuk bangkit. Pertemuan yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya namun disini saya percaya bahwa Allah telah memberi saya izin untuk bangkit.

Mbah Mijan tak hanya beri dukungan secara lahirian namun juga batiniah. Saya diajak ke kediamannya dan oleh Mbah Mijan saya dipasangkan Susuk Emas. Dimana susuk inilah yang kemudian membantu rasa percaya diri saya dalam rangka membuka jalur kerjasama yang baru dengan relasi yang baru pula.

Sebelum dipasangkan susuk itu saya menjalani ruwatan yang menurut beliau adalah untuk membuang semua kesialan yang selama ini terjadi dalam kehidupan saya. Saya teringat semua kesombongan yang telah terjadi. Saya percaya inilah saatnya saya bangkit, tentunya atas izin Allah dengan perantara Mbah Mijan. Saat ini saya perlahan membaik dan keluarga saya kembali utuh. Semoga saya dan kita semua dijauhkan dari sifat sombong yang dapat mencelakai perjalanan hidup kita.

Kontak WA mbah mijan