Sepanjang Jalan Kemenangan Dalam Persaingan

Pejuang Hati Penakhluk Lelaki

Sepanjang Jalan Kemenangan Dalam Persaingan

Kisah jatuh bangun seorang kontraktor yang menjadi cerita sepanjang jalan kemenangan dalam persaingan

Kontak WA mbah mijan

Nekat bersaing dengan ahlinya

Saya Yogi dari pinggiran kota Semarang. Saya berprofesi sebagai pemborong bangunan sejak usia 22 tahun. Hingga kini tak kurang dari 100 property sudah saya kerjakan. Mulai dari rumah hunian, ruko, gudang hingga klinik. Secara profesionalisme saya sudah cukup diakui dan menjadi acuan bagi para pengembang di kawasan saya.

Saya menjalin kerjasama dengan beberapa pihak dengan bagi hasil yang memungkinkan semua proyek yang saya kerjakan bisa selesai lebih sempurna. Sehingga saya main dengan kuota proyek dimana jika jumlah proyek banyak saya akan mendapatkan laba yang banyak pula. Begitupun sebaliknya.

Saya merasa sudah cukup berkarya dikota kelahiran saya dan sudah waktunya saya untuk mandiri serta bersaing di kota besar. Awal tujuan saya adalah Surabaya namun saya putuskan untuk ke Jakarta saja. Perkembangan bisnis property di Jakarta lebih berpeluang.

Membenahi sistem internal

Untuk bisa memulai bisnis kontraktor di kota besar ini saya mulai dari membenahhi sistem internal. Saya berharap bisa bersaing secara profesional. Saya membentuk team dimana beberapa orang adalah dari Semarang yang sengaja saya bawa sesuai dengan kapasitas mereka.

Sebagai kontraktor berpengalaman di daerah tentu menemui berbagai kendala saat bersaing di Jakarta. Kendala itu menjadikan saya terus mengoreksi kekurangan diri. Pernah suatu ketika terjadi saya hanya mendapatkan tender untuk plumbing saja. Pernah pula saya hanya kebagian jatah untuk electricity saja. Yaa mau bagaimana lagi, semua harus dengan jalan pelan tapi pasti.

Sepanjang Jalan Kemenangan Dalam Persaingan

Gunakan sarana metafisika

Saya mengamati daripada hasil kerja yang ada disini rupanya masih lebih baik hasil yang bisa saya berikan. Baik itu dari kontrol kelayakan konstruksi, mutu serta kualitas fisik, hingga pada kerapian finishing. Bukannya saya ingin menyombongkan diri dan team tapi memang fakta dilapangan demikian.

Saya mengakui bahwa saya hanya kalah saat negosiasi proyek saja. Selebihnya saya mampu untuk bersaing dalam segi apapun. Oleh karenanya saya memutar otak mencari jawaban, bagaimana agar saya bisa meyakinkan didepan orang-orang penting? Khususnya yang berkaitan dengan tender besar.

Pilihan saya untuk gunakan sarana metafisika tak bisa saya tunda lagi. Dulu waktu mau berangkat dari Semarang sudah mau gunakan ini tapi tertunda karena satu dan lain hal. Saya bergegas menyiapkan diri untuk mencari pakar susuk yang terpercaya. Saya ingin memasang susuk emas bila perlu saya gunakan susuk berlian atau mutiara.

Pertahankan kualitas dan hasil terbaik

Pasca dibantu dengan sarana susuk emas, saya merasakan daya aura dan rasa percaya diri saya meningkat sehingga membawa hasil dimana tender bisa saya menangkan. Saya berencana untuk upgrade ke susuk berlian bila nantinya ada tender lebih besar lagi.

Saya pun akan konsultasikan langsung kepada Mbah Mijan sebelum saya mengikuti lelang tender atau melakukan lobby. Semua demi mencapai jalan kemenangan, jalan dimana saya dan team bisa bersama-sama berkarya untuk memberikan hasil dan kualitas terbaik.

Kemudian yang menjadi tantangan kami adalah mempertahankan hal terbaik itu dari waktu ke waktu agar menjadi kepercayaan publik terhadap hasil kerja kami. Saat ini kami tak hanya menjadi sub saja, justru sebaliknya kami yang memilih sub kontraktor yang bekerjasama dengan kami. Semoga cerita sepanjang jalan kemenangan kami dalam memenangi persaingan ini bisa menjadi inspirasi bahwa keunggulan diri saja tak cukup tanpa dorongan kekuatan doa dan ikhtiar. Jangan mundur ketika peluang tak dapat diraih sepenuhnya, atau mungkin peluang hilang begitu saja. Jangan ubah tujuannya tapi ubahlah cara berjalannya. 

Kontak WA mbah mijan