Tradisi Susuk Wanita Penakhluk Dunia

Pejuang Hati Penakhluk Lelaki

Tradisi Susuk Wanita Penakhluk Dunia

Leluhur Nusantara dikenal kental dengan daya olah cipta rasa dan karsa khususnya untuk ciptakan kaum hawa yang menjadi tradisi susuk wanita penakhluk dunia

 Kontak WA mbah mijan

Nusantara yang kaya akan budaya

Tak dapat dipungkiri bahwa negeri ini yang dahulu dikenal dengan nama Nusantara memiliki jutaan misteri. Diantara bentangan permadani hijau dan birunya laut menyimpan banyak cerita yang berkembang menjadi mitos lalu dipercaya menjadi tradisi. Nyaris tak lekang oleh segala kemajuan zaman yang terus menerus menunjukkan modernisasi teknologi.

Budaya negeri ini masih kokoh menjadi tradisi adiluhung. Sang Empu misalnya, menciptakan aneka pusaka dengan keilmuan tingkat tingginya. Sang Koreo Tari, yang menciptakan harmonisasi gerak tubuh dengan iringan musik tradisional berhawa mistis. Sang Dukun, yang memiliki daya supranatural menembus batas metafisika multi dimensi.

Sebelum tercipta teknologi maju seperti sekarang ini, peran dukun dikenal luas sebagai orang pintar diantara bermacam masalah yang terjadi. Bilamana seorang ibu hendak melahirkan, hanya Dukun Bayi yang paham bagaimana cara menangani kehamilan, persalinan, upacara adat nujuh bulan hingga si jabang bayi tumbuh. Semua nyaris tanpa infus hingga operasi Cesar.

Dibalik daya supranatural

Tak hanya Dukun Bayi saja, masih ada banyak julukan berkonotasi orang pintar lainnya. Sebut saja Dukun Pelet yang ahli dalam meluluhkan hati lawan jenis. Dukun Santet yang piawai menyerang target tanpa perlu menyentuh. Serta masih banyak sebutan-sebutan lainnya lagi.

Apapun itu, semua memberi bukti nyata bahwa Nusantara mewariskan budaya yang berkenaan dengan energi supranatural. Berbagai macam tata cara tirakat mulai dari puasa, semedi atau bertapa hingga hal-hal yang tak dapat dilakukan oleh setiap orang. Hanya orang tertentu saja yang mampu melakukannya.

Berkembangnya agama dan kepercayaan yang masuk ke bumi Nusantara memberikan warna tersendiri bagi insan yang melakukan lelaku tirakat. Berpadulah kekuatan supranatural dan spiritual. Maka dari itu, dua kekuatan inilah yang terjadi hingga saat ini. Dimana setiap ada masalah yang sulit secara nalar maka seseorang akan butuh jasa orang pintar.

Tradisi Susuk Wanita Penakhluk Dunia

Tentang tradisi Susuk

Susuk merujuk pada suatu cara memasukkan benda asing kedalam tubuh seseorang secara spiritual untuk mendapatkan suatu kelebihan. Benda asing tersebut umumnya berupa jarum kecil. Kelebihan yang dimaksud berupa perlindungan spiritual, penarik lawan jenis, penambah daya tarik, dan kekuatan pada fisik yang kesemuanya merupakan suatu bentuk sugesti seorang yang telah menggunakan susuk tersebut.

Pengguna susuk biasanya memiliki pantangan-pantangan yang harus ditaati. Tahukah Anda bahwa praktik susuk mempunyai asal mula dari kebudayaan Malaysia, yang kemudian masuk ke Indonesia khususnya Pulau Jawa?

Yaa, karena pada zaman dahulu Nusantara ini mencakup wilayah hingga tanah Melayu bahkan hingga ke daratan Thailand. Sehingga budaya yang terbentuk sangatlah beragam jenisnya.

Perbedaan Susuk Negatif dan Positif

Dalam mitologi ilmu kegaiban seiring dengan perkembangan zaman maka terciptalah bermacam-macam susuk. Mulai dari susuk emas, berlian, mutiara, hingga jenis susuk yang sifatnya dari jenis non logam. Pada dasarnya susuk merupakan sarana atau piranti khusus yang dimaksudkan untuk keperluan tertentu.

Kembali lagi pada fungsi dan peruntukkan serta metode yang digunakan, susuk memiliki pembeda antara negatif dan positif. Apabila penggunaan susuk tersebut dimaksudkan untuk hal-hal yang baik niscaya akan semakin kuat bila penggunanya melakukan ibadah dengan baik. Sebaliknya jika susuk untuk hal-hal negatif maka penggunanya akan jauh dari ketaatan spiritual.

Pada zaman dahulu susuk biasanya digunakan oleh kaum hawa untuk memancarkan kecantikan. Tak hanya itu saja, pesona para kaum hawa ini tentunya agar bisa menakhlukkan para pria yang kastanya lebih tinggi. Jika sekarang kita kenal dengan sebutan boss atau pria tajir.

Mbah Mijan mempercayai bahwa leluhur Nusantara telah mewariskan tata cara dalam menggunakan susuk yang baik dan benar. Oleh karenanya tidak semua praktisi dimasa sekarang ini mumpuni dalam hal susuk. Susuk dengan energi positif akan membawa pada hal positif tanpa menghambat proses kematian. Sebaliknya susuk dengan energi negatif akan menyesatkan dan mengganggu proses kematian.

Kontak WA mbah mijan